JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan formasi kabinetnya. Dia menyampaikan tujuh perintah kepada 34 menteri plus 4 kepala lembaga setingkat menteri. Dalam rapat Paripurna Kabinet Indonesia Maju, sekali lagi Presiden mengingatkan Perintahnya kepada seluruh jajaran Kabinet dan pejabat negara.
“Pertama, jangan korupsi. Menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi,” tegas Jokowi.
“Kedua, tidak ada visi-misi menteri, yang ada adalah visi-misi Presiden dan Wakil Presiden,” tuturnya.
Jokowi kemudian menjelaskan alasannya. Dia mengatakan, pada kepemimpinannya di periode lalu, masih ada menteri-menteri yang tidak memahami mengenai larangan tersebut.
“Karena dalam 5 tahun yang lalu ada satu dua menteri yang masih belum paham mengenai ini,” ujar Jokowi.
Presiden juga memerintahkan agar para menteri diperintahkan untuk tak terjebak pada rutinitas monoton. Kelima, para menteri diperintahkan agar berorientasi pada hasil nyata.
“Tugas kita tidak hanya menjamin sent, tapi delivered,” ujar Jokowi.
Perintah keenam, para menteri harus selalu mengecek masalah di lapangan dan menemukan solusi dari masalah tersebut.
“Terakhir, semuanya harus serius dalam bekerja. Saya pastikan yang tidak serius, yang tidak sungguh-sungguh, saya sudah berikan (sampaikan) kemarin semuanya, hati-hati, bisa saya copot di tengah jalan,” tutur Jokowi.
Rapat perdana itu dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Adapun agenda yang dibahas kali ini adalah pemberian arahan kepala negara kepada para anak buahnya dan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2020.
“Pada sidang kabinet paripurna yang pertama, pada pagi hari ini saya ingin sampaikan beberapa hal yang harus kita ketahui bersama, terutama yang akan kita kerjakan, kerja-kerja besar salam 5 tahun ke depan,” kata Jokowi membuka SKP, Jakarta, Kamis (24/10).
Jokowi juga kembali mengingatkan kepada seluruh menteri kabinet Indonesia maju untuk mengerti dan memahami mengenai visi misi Presiden dan Wapres bukan vissi misi menteri.
“Tolong dicatat karena dalam 5 tahun lalu ada 2, 3 menteri yang masih belum faham dengan ini,” tegas Jokowi.
Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta kepada seluruh pejabat kabinet Indonesia maju tidak membuat gaduh dari setiap hasil rapat yang telah diputuskan bersama.
“Jadi dalam setiap rapat, paripurna, ratas, ratas internal itu ada sebuah payung hukum, kalau sudah diputuskan dalam rapat jangan sampai di luar diributkan lagi, silahkan ramainya di dalam rapat, mau debat di dalam rapat saya dengarkan, tapi kalau sudah diputuskan dengan risiko kita harus laksanakan. Kalau ada perubahan kondisi tertentu, marilah kita tarik dalam ratas internal atau ratas,” ungkap dia.
“Para menteri kabinet Indonesia maju pun sudah datang ke komplek Istana Kepresidenan mulai pukul 09.20 WIB, pejabat yang pertama kali datang adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, setelah itu disusul oleh menteri lainnya,” ungkap dia.
Pidato Lengkap Jokowi
Kepada kepada Bergelora.com dilaporkan, pidato lengkap Jokowi dalam sidang kabinet perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10):
Sidang paripurna pertama pagi hari ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang harus kita ketahui bersama, terutama yang akan kita kerjakan, kerja-kerja besar yang akan kita lakukan dalam lima tahun ke depan.
Tolong dicatat! Karena dalam lima tahun lalu ada 1,2,3 menteri yang masih belum paham. Jadi setiap rapat, baik paripurna, ratas, rapat internal, itu ada sebuah payung hukum. Kalau sudah diputuskan dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi.
Silakan ramainya di dalam rapat. Mau debat di dalam rapat, saya dengarkan. Tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus kita laksanakan. Kalau ada perubahan-perubahan dan kondisi-kondisi tertentu, marilah kita tarik lagi dalam rapat internal atau ratas.
Kedua, kerja kita adalah kerja tim, bukan kerja menteri per menteri, bukan kerja sektoral. Ini membangun sebuah negara besar, tidak mungkin menteri berjalan sendiri-sendiri, kerja tim, yang dikoordinasi oleh para menko, jangan sampai ada lagi diundang menko hadir, menterinya enggak, ada yang seperti ini. Saya juga baru dengar, bagaimana kita bisa mengkonsolidasi, koordinasi, diundang rapat oleh menko tidak pernah hadir. Hal seperti ini yang harus saya garisbawahi. sekali lagi, kerja tim.
Ketiga, negara ini terlalu banyak regulasi dan aturan. Sudah saya sampaikan berkali-berkali, baik UU, Perpres, Permen, peraturan-peraturan yang lainnya, termasuk di daerah, Mendagri tolong digarisbawahi, Perda, Pergub, Perbup, yang masih banyak sekali tumpang tindih dengan peraturan-peraturan di atasnya. Tolong dilihat di setiap kementerian yang membuat bekerja, yang membuat menghambat pelayanan terhadap masyarakat, menghambat investasi dunia usaha, segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini. Nanti akan segera rapatkan dalam 2 minggu lagi. Hal-hal yang menghambat ingin kita hapuskan sehingga kita bekerja cepat.
Keempat, gol besar pekerjaan kita adalah cipta lapangan kerja. Karena ini yang dibutuhkan, diinginkan oleh masyarakat.
Jangan sampai ada kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota yang tidak mengerti masalah ini. Jadi setiap hal yang berkaitan dengan cipta lapangan kerja berikan ruang yang sebaik-baiknya. Berikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
Saya selalu sampaikan kalau ada industri yang berorientasi ekspor atau industri yang ingin memproduksi barang-barang substitusi impor, itu enggak usah lama-lama tidak usah mikir, tanda tangani saja. (Enrico N. Abdielli)

