JAKARTA- Deklarasi Global Health Emergency karena wabah virus Corona di Wuhan, China telah mengganggu tatanan perekonomian dunia. Hal ini disebabkan pemutusan hubungan traveling Amerika Serikat dan beberapa negara lain ke China dan sebaliknya. Namun bagi Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto situasi ini merupakan momentum bagi kebangkitan ekonomi Indonesia.
“Nah kita punya momentum ini. Dengan adanya virus Corona supplay chain terganggu. mereka yang punya kapasitas ordernya naik sekarang. Apakah plywood, baja apapun permintaannya sekarang naik. Nah momentum ini harus kita ambil dan momentum ini gak boleh hilang,” tegasnya saat sarapan bersama pers di DPR RI sebelum FGD Komisi 7, DPR di Jakarta, Rabu (26/2).
Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, momentum ini tidak akan datang kedua kalinya sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia.
“Karena momentum ini hanya satu kali. Istilahnya kapal mau jalan, kalau gak mau ikut kita tinggalin. Oleh karena itu momentum ini harus diambil dengan memepercepat RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan,” katanya.
Airlangga menjelaskan saat ini membuktikan bahwa kalau ekonomi suatu bangsa hanya mengandalkan ekspor maka daya tahan ekonomi tidak akan kuat dan bisa ambruk.
“Kebetulan kita ada momentum yang sangat bagus. Pertama trade war (perang dagang-red) sudah cease fire (gencatan senjata-red) karena virus Corona. Mendadak semua sadar bahwa kalau kita 100% hanya mengandalkan ekpor, maka daya tahan ekonomi kita tidak kuat,” ujarnya.
Indonesia Agak Beruntung
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Indonesia menurut Airlangga agak beruntung dengan situasi dunia dibawah bayang-bayang virus Corona ini. Karena 56% ekonomi Indonesia bersandar pada domestic consumption.
“Maka kita punya resep untuk bertahan yaitu domestic consumption harus dijaga,” tegasnya.
Makanya pemerintah menurutnya mengeluarkan paket stimulus untuk parawisata agar kita jaga domestic consumption.
“Kemarin kita lihat pembelian dalam negeri sudah mulai turunYang terkena adalah parawisata. Ini yang ingin kita dongkrak,” jelasnya.
Dengan demikian katanya, paket diluncurkan untuk wisman domestik dapat kemudahan tiket setiap pesawat, yaitu 25% dari seat pesawat dikasih diskon 25%. Itu on top dari semua diskon pesawat.
“Plus avtur di sepuluh destinasi. Sehingga airline bisa tambahkan diskon lagi,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk orang luar negeri dari Australia, Amerika dan Eropa dan lainnya setiap orang dikasih diskon 50%. Untuk perusahaan di daerah, wisata hotel dan restoran yang biasanya kena pajak 10% pajak daerah kita nol kan. Daerah disubsidi oleh pemerintah pusat. Itu salah satu stimulus yang merupakan langkah kongkrit pemerintah,” tegasnya.
Kedua tentu investasi, Airlangga menjelaskan, untuk bisnis waralaba Lotte misalnya yang semula mengalami proses panjang untuk bisa masuk Indonesia,–akan dipermudah.
“Dia (Lotte) mau masuk lewat proses 4 tahun lamanya, karena service level pemerintah pusat dan daerah itu tidak sama. Kalau pusat sudah selesai, nanti di daerah ada berbagai rekomendasi macam-macam yang memperlambat proses gak selesai. Kalau investor sabar dia lanjut. Kalau gak sabar, dia lihat tetangga sebelah buka toko, dia pasti langsung pindah. Ini yang kita jaga,” jelasnya.
Airlangga menjelaskan sewaktu Presiden bertanya, “koq kemarin ada yang mau pindah dari china, pindahnya ke vietnam?”
“Ya karena mereka gampang ke Vietnam, tinggal sewa truk berangkat bawa pindah barang ke Vietnam. Nah, kalau ke Indonesia,– barang bekas gak bisa, semua peraturan tehnis dihitung, mesin ditanyain umurnyalah. Terus ditanya apakah dengan relokasi ini fiskal insentifnya masih berjalan? Kalau di Vietnam, gak ada pertanyaan, langsung angkut aja dia pindah,” demikian jelasnya. (Web Warouw)

