JAKARTA – Sebuah pesan disampaikan kepada redaksi Bergelora oleh seorang dokter paru yang menjadi pasien suspect Corona.
Dr Eva sridiana SpP bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah, Pasar Rebo Jakarta,– sebuah rumah sakit pemerintah DKI Jakarta, yang saat kebanjiran pasien.
Dibawah ini pesan lengkapnya:
Sedih..panik..apalagi ketika hadapi kenyataan bahwa tidak satu pun RS rujukan yg bisa menerima kita.. karena semua penuh.
Pun untuk kita sendiri, petugas yg jadi korban saat bantu wabah ini.
Bahkan untuk periksa swab pun tidak bisa dimana-mana, ada yg alasannya tutup karena hari libur, alasan reagen habis, VTM habis, Dacron swab habis..benar-benar bikin down..
Sakit yang diderita tidak lebih sakit dari rasa sakit karena merasa diabaikan..
Saya jelas tidak bisa menyalahkan Teman sejawat saya di RS rujukan.. karena mereka hanya tahu memberi pelayanan dan bukan pembuat kebijakan apalagi sbg yg bertanggung jawab menyediakan fasilitas kesehatan.
Ketersediaan APD, ruangan dan fasilitas lainnya bukanlah tugas dokter.
Bahkan bisa jadi diantara mereka juga nanti akan mengalami hal yg sama dg saya walau mereka sendiri bekerja di RS rujukan, jika.. keadaan makin tidak terkendali.
Alhamdulillah bantuan Allah disegerakan untuk saya, akhirnya saya telah mendapatkan pengobatan sesuai mestinya.
Insya Allah sehat kembali dan bebas Corona.
Cerita jujur ini saya sampaikan demi membuka mata rakyat Indonesia..betapa tidak mudahnya ketika kita menjadi sakit, apalagi disaat wabah.
Bahkan saya seorang dokter ahli, yg termasuk berada di garda depan wabah ini, pun tetap tidak bisa mendapat priorotas ketika sudah dihadapkan kondisi “Rumah Sakit Penuh “.
Jadi..Janganlah jadi sakit..kr sakit itu mahal, buang waktu.. tenaga dan pikiran.
Hindarilah penularan…dgn cara :
Jangan keluar rumah,
Pakai masker,
Rajin cuci tangan,
Pola hidup sehat.
“Kami tinggalkan rumah untuk kalian, kalian tinggallah dirumah untuk kami “
Semakin banyak di luar rumah, semakin besar kemungkinan terkena Corona
Salam Sehat, Salam Indonesia
Dr Eva sridiana SpP
NB : ini belum lagi cerita bgmn cemasnya keluarga sampai minta kita berhenti bekerja.
Boleh pak, tapi saya baru suspek ya pak..hasil lab belum keluar, hari selasa..
(Web Warouw)

