Rabu, 28 Januari 2026

AWAAAS…! Waspadai Anasir Orde Baru Yang Ingin Intervensi Kemdikbud

Dr. Hilmar Farid, Dirjen Kebudayan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Ist)

JAKARTA- Dari berbagai pernyataannya terlihat dengan gamblang tentang posisi politik Fadli Zon di ranah publik. Pernyataannya itu secara jelas mengindikasikan bahwa ia pendukung setia rezim Orde Baru. Demikian Hendrik D. Sirait, Ketua Umum

Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) di Jakarta, Kamis (22/4) menanggapi serangan Fadli Zon kepada Dr. Hilmar Farid,  Dirjen Kebudayan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan barusan ini.
 
“Hal ini sekaligus juga memperlihatkan bahwa bahwa anasir-anasir Orde Baru masih eksis hingga saat ini. Merupakan fakta yang tak terbantah bahwa Fadli Zon tidak pernah bersikap kritis  terhadap rezim Orde Baru,” ujarnya.
 
Dengan demikian menurut Hendrik, menjadi jelas pula bahwa posisi politik Fadli Zon bersama para pendukungnya berlawanan secara diametral terhadap amanah gerakan reformasi 1998. 
 
“Harus dicatat bahwa gerakan reformasi 1998 merupakan manifestasi sikap rakyat Indonesia yang menolak rezim Orde Baru yang terbukti melakukan penindasan terhadap rakyat Indonesia,” tegasnya.
 
Sebelumnya dijelaskan, melalui wacana “Kemendikbud kesusupan PKI” Fadli Zon beserta kelompok pendukungnya memang bermaksud menancapkan pengaruhnya di Kemendikbud untuk mengembalikan “sejarah” sebagaimana yang ditulis rezim Orde Baru.  
 
“Tergambar dengan jelas bahwa proyek politik yang mereka usung adalah ingin membatalkan proses reformasi di segala bidang sebagaimana yang diperjuangkan gerakan reformasi 1998,” jelasnya.
 
Ia mengingatkan, manuver Fadli Zon cs yang jelas-jelas anti-reformasi itu harus disikapi secara kritis. Menurutnya ini merupakan catatan bagi semua anak bangsa bahwa anasir-anasir Orde Baru ternyata belum punah. 
 
“Oleh karena itu, sikap waspada terhadap setiap gerakan pro Orde Baru dalam berbagai manfestasinya tetap diperlukan,” tegasnya.
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, beberapa hari yang lalu politisi Partai Gerindra Fadli Zon membuat pernyataan publik di akun media sosialnya Selasa (20/4) bahwa Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) disusupi PKI (Partai Komunis Indonesia). 
 
Lebih lanjut ia juga menyatakan bahwa Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid ingin membelokkan sejarah. Pernyataannya itu didukung pula oleh  politisi DPR RI asal PKS Abdul Fikri Faqih yang mengajak publik mewaspadai upaya pembelokkan sejarah oleh pihak-pihak tertentu. 
 
“Inti dari serangan Fadli Zon di publik terhadap Kemendikbud berkisar soal posisi Hilmar Farid yang membela sejarah versi PKI. Fadli Zon antara lain memberi ilustrasi bahwa Hilmar ingin membelokkan sejarah kelam atas kudeta dan pembantaian para Jenderal TNI pada tahun 1965 silam. 
Lebih lanjut Fadli Zon menyatakan, Hilmar menyalahkan Orde Baru dan TNI dalam peristiwa 1965.
 
Ia juga menyoroti hilangnya tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang hilang dari buku sejarah versi Kemendikbud yang sudah diklarifikasi di publik oleh Hilmar Farid. (Web Warouw)
 
 
 

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru