Jumat, 24 April 2026

INI BARU JENTEL GAEZ…! Sujud Massal Mengharukan Polisi Malang, Minta Maaf kepada Korban Tragedi Kanjuruhan

MALANG – Polisi di Malang melakukan sujud massal. Aksi ini dilakukan di halaman Mapolresta Malang sebagai rasa simpati sekaligus permintaan maaf kepada para korban Tragedi Kanjuruhan yang menelan 131 korban jiwa.

Aksi itu dilakukan saat apel rutin di Mapolresta Malang, Senin (10/10). Secara spontan mereka melakukan sujud sembari menghaturkan permohonan maaf atas Tragedi Kanjuruhan.

Daftar korban di Stadion Kanjuruhan Oktober 2022. (Ist)

Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto dan semua jajarannya sujud bersamaan beberapa saat. Mereka bersimpuh memohon ampun dan meminta maaf yang terdalam kepada korban dan keluarganya serta seluruh Aremania.

Suasana hening dan haru pun begitu terasa saat seluruh personel melakukan sujud bersama di halaman Mapolresta Malang Kota.

“Secara spontan memohon kepada sang pencipta dan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya (korban Aremania di Tragedi Kanjuruhan Malang),” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (10/10).

Menurut Budi Hermanto, tragedi Kanjuruhan juga menjadi duka mendalam. Selama ini hubungan kepolisian lewat Arema Police dengan suporter dan klub sangat erat. Karena itu ia berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bisa kembali kondusif.

“Kami juga berharap situasi kembali kondusif dan persoalan tragedi Kanjuruhan segera terselesaikan,”ujarnya.

Kepada Bergelora.com.di Jakarta dilaporkan, diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada malam 1 Oktober 2022. Pada laga itu, Arema tumbang 2-3 di tangan Persebaya.

Pendukung Arema atau yang disebut Aremania turun ke lapangan pasca pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Mereka meluapkan kekecewaan akibat kekalahan tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Eskalasi massa yang tidak terkendali di lapangan, membuat aparat bertindak dan menyebabkan 131 korban jiwa akibat kekuarangan oksigen, sesak nafas, berdesakan karena panik usai tembakan gas air mata.

Sementara itu, sebanyak 583 orang menjadi korban luka dan 33 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi pun sudah menetapkan enam orang sebagai pihak bertanggungjawab atas inisden ini. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles