Oleh: Toga Tambunan *
MELAYAT itu, kata halak-hita pengobrol di lapo Cililitan Jaktim singkatan melihat mayat. Ucapannya ditingkahi penyanyi mengalunkan lagu berganti-ganti intensinya, seirama petikan gitar.
Entah terjadi juga di etnis lain aktivitas meratap tangis, utamanya oleh kaum perempuan berhubung kemalangan tutup usianya sang kerabat, pada tradisi etnis Batak disebut “mangandung” itu, yang diusung adat secara ketat. Berupa ratapan isak tangis beberkan antisipasi sengsara dialami kelak oleh keluarga berduka karena telah hilang sandaran hidup ataupun lompongnya hati yang bolong rasa intim akibat sosok pengisi kalbunya yang tadinya teramat seperasaan, sudah masuk kubur.
Ekspresi mangandung itu dimeriahkan pula isak tangis pelayat yang ikut solider merasakan kepiluan orang berduka yang diambang hidup ngelongso.
Orientasi malang dikandung tradisi mangandung itu makin parah oleh kesadaran adanya mahluk begu atau hantu mengerikan di kuburan, yakni tempat kerabat yang meninggal. Maka berimbas takut pada kuburan dan kematian.
“Naujui” (dahulu kala) etnis halak-hita, berupaya dengan mantra mencegah bala termasuk terhadap begu kematian. Jika kematian terjadi juga, tetap disajikan asupan makan, minum, sirih & pelengkap, dll kepada “tondinya” (arwahnya). Aku sendiri lihat abangku memberi sajian sangsang untuk ortu kami yang sudah lama meninggal, diatas lemari dan berpesan agar dijaga jangan dimakan kucing dan jangan kotor. Beberapa hari kemudian kubuang.
Di rumah dan diatas kuburan beberapa keluarga Tionghoa kita lihat disajikan beragam makanan enak. Kultur beri sesajen itu mungkin berlangsung di hampir semua etnis.
Evangelisasi penginjil di Tapanuli yakni missionaris Lyman dan Munson dibunuh, karena bawa Kabar Baik, berbeda kepercayaan mainstream dengan keyakinan halak-kita.
Rentang waktu kemudian Nommensen sukses mengabarkan Alkitab terutama di Toba, wilayah utara Tapanuli. Tercatat support penjajah Belanda untuk Nommensen dan pula sebaliknya Belanda memanfatkan posisi Nommensen
untuk mengintensifkan penjajahannya. Adanya mutualistis evangelisasi dan pernjajahan itu meskipun tertutup, selayaknya diakui. Bukankah program baik Elohim Jahweh tetap berlangsung pada Ayub saat iblis diizinkan menciderainya? Begitulah interaksi Nommensen dengan penjajah, namun sosoknya bahkan dimuliakan jadi warga Batak; makamnya di Porsea dan diakui jadi Rasulnya halak-hita.
Missi penginjilan dan evangelisasi Nommrnsen sudah lewat ratusan tahun di Tapanuli. Nommensen, biarkan halak-hita Kristen masih tetap bertradisi mangandungi” kerabat yang tutup usia dan kesadaran laten takut pada kubur yang diidentifikasi zonanya begu jahat atau hantu berkeliaran yakni keyakinan animisme dan dinamisme yang turun dari zaman pra sejarah, naujui.
Beberapa kali kutahu, jika diantara berduka tidak terdapat sosok pangandung, sedapatnya dicarikan penggantinya. Orang lain atau marga lain diupah bayaran setelah dibekali riwayat tabiat almarhum/mah.
Sewaktu aktif selaku aktivis di gereja, alumni Pendidikan Evangelist HKBP dan lulus Pendidikan Pendeta Muda GBI, tidak ada rincian kemana perginya seseorang setelah wafat, selain disebut destinasi sorga, bagi orang Kristen dan api neraka bagi orang durhaka bersama iblis. Begitu saja tanpa deskripsi verifikasi.
Sosok penganut agama Kristen, atau siapa pun agar tidak takut kematian, yang misteri itu, bukankah selayaknya gencar mencari tahu rinciannya dari Alkitab, setidak-tidaknya kisi-kisi pemahaman, kemana ya seseorang pergi setelah mati? Setahuku dari belajar perbandingan agama, Alktab paling mendalam dan luas membincangkan fenomena kematian itu, secara terstruktur sistimatis, adanya alur wisata terprogram disertai syarat-syarat ditentukan, serta mekanisme mencapai destinasi akhir kematian itu. Setidaknya ditemui berupa gambaran umum ataupun metaforanya yang memungkinkan memetakan paling tidak kisi-kisinya.
Sekadar telaahan kisi-kisi sederhana menyambut urgensi kedatangan Yesus, sebagai berikut.
Sebelumnya disiksa cambuk besi berpaku dan tersalib mati, Yesus sudah langsung berkata: *”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”*
Yohanes 5:25-29
Sewaktu Yesus masih berkarya di bumi, sudah berkata : _orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah_..
…._semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya._ Adakah nabi yang berkata begitu? Bagaimana orang mati, yang sudah di kubur mendengar suara? Dimana sih mereka dan apakah bisa masih mendengar?
Musa habis umur, kubur tidak diketahui. Kemana paska matinya? Henokh diangkat; kemana? Elia diangkat ke surga; dimana itu? Lazarus dan beberapa lainnya, telah mati; kok bisa hidup lagi?
Yesus disalib, mati, dikubur; kok hidup lagi dan diangkat dari antara banyak orang, ke sorga; apa dan dimana itu?
Setelah Yesus meninggal, bangkit dan terangkat naik ke sorga, dalam Kitab Para Rasul pasal 1 ayat 11, diinformasikan bahwa mereka para pengantar Yesus mendengar info dari malaikat, sbb : ” *dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat _ke sorga_ meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”*
Sorga tempat Elia yang diangkat kira-kira 800-an tahun SM, apakah juga adalah sorga tempatnya Yesus setelah diangkat sekitar tahun 32-an M?
Sebelum menuju sorga, Yesus sudah memberitahu, yang dicatat Yohannes sbb:
*“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. _Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu,_ Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada”*
Dalam catatan Yohanes 14:1-3 itu, Yesus sendiri yang mengatakan, apabila tiba di rumah BapaNya, Yesus baru menyediakan tempat bagi manusia. Lho, jadi orang baik istimewa Abraham, Sara, Nuh, dimana setelah meninggal?
Dan semua manusia umum termasuk Adam & Hawa yang meninggal sebelum Yesus ke rumah BapakNya, dan juga para leluhur maupun ortu kita yang meninggal setelah kenaikan Yesus pada 32-an M itu, dimana mereka?
Ketika bermukim di Martapura Kalsel, saya dikunjungi pendakwah Saksi Jehovah yang kudengar uraiannya dengan serius. Dan kuterima brosur Menara Pengawal. Diterangkan versinya hades, sheol, gehenna, dll wilayah bukan di bumi.
Setelah berdiam di Jakarta, berjumpa lagi dengan kontingan dakwah Saksi Jehovah. Sungguh mereka militan, menolak Yesus itu Tuhan, Mesias yang diurapi Elohim Jahweh.
Justru kehadiran mereka itu menggubrak keras minatku mencari tahu sebagai topik urgen perihal manusia di balik kubur.
Yesus tersalib berkata kepada bandit penyamun di kanannya yang juga tersalib: *”Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”*
Lukas 23:43
Yesus mengatakan Firdaus, bukan menyebut sorga; apakah firdaus sebutan lain dari sorga atau tidak?
Yesus dalam kematianNya ternyata kunjungi orang-orang mati secara apapun; dipemakaman, tenggelam di laut, di telan binatang buas, mati terbakar, hilang dihempas puting beliung, mati berperang, dll, dengan memilih contoh manusia durhaka di zaman Nuh.
” *Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.”*
1 Petrus 3:18-20
Selanjutnya paska kematianNya, Petrus bersuara: *”Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.”*
1 Petrus 4:6
Tidak lama berselang setelah kenaikan Yesus ke sorga, Rasul Petrus menegaskan yang diucapkan Raja Daud sekitar ribuan tahun sebelumnya:
*”Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa _Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi._”*
Kisah Para Rasul 2:31-32
Yesus ke dunia orang mati yang disebut hades selama 3 hari tatkala kematianNya, dan tidak tinggal di hades, seperti sosok yang telah berada disana.
Berdasar informasi Yesus sendiri yang ditulis oleh Lukas, pada pasal 16:19 *”Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.”*
Di dunia orang mati atau hades itu, posisi sosok kelompok Abraham dan posisi kelompok orang kaya durhaka dipisah jurang yang terbentang tak terseberangi.
Kuingat keterangannya Saksi Jehovah itu bahwa hades itu terjemahan sheol dari bahasa Ibrani.
Merujuk nats Alkitab yang kukutip diatas,
dapat diketahui firdaus itu adalah zone sheol / hades, lokasi diperuntukkan bagi kelompok Abraham. Zone lokasi peruntukan bagi kelompok orang kaya durhaka tidak disebut namanya dalam Alkitab. Yesus kunjungi Sheol selama 3 hari saja, saat kematiannya, menyampaikan Kabar Baik. Apakah saat itu golongan orang durhaka, mau dan jadi bertobat, tidak diterangkan Alkitab.
Berikutnya Yesus naik ke sorga, yakni rumah BapakNya. Menyediakan tempat bagi manusia. Dari sana akan datang kembali. Melakukan penghakiman terakhir. Buku Kehidupan dan Buku Kehidupan Anak Domba Allah, dibuka.
Orang yang berkenaan bagi Elohim Jahweh diterima dan masuk ke Langit Baru Bumi Baru yang kekal, yaitu rumah Bapak Surgawi yang disebut sorga.
Rasul Johanes menyaksikan:
*”Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi”*.
Wahyu 21:1
Generasi zaman anugerah bersyukur menerima info ini. Merujuk Alkitab, Rasul Petrus mengkonstatasinya keselamatan hingga mencapai Langit Baru Bumi Baru itulah destinasi realis yang belum diketahui oleh para nabi naujui serta warga dunia naujui: *”Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dany tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu”*.
1 Petrus 1:11
Bahkan para malaikat pun tadinya belum diberitahu realisme LB3 itu: *”Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.”*
Berdasar kisi-kisi diatas, -kategorikanlah begitu- tidak ada klausul orang berstatus Kristen bila mati dipastikan masuk sorga, apalagi dikatakan dijamin masuk sorga. Padahal pada acara kebaktian penghiburan keluarga, isu sesat itu berkumandang. Jaminan berkenaan Elohim Jahweh adalah gaya hidup atau karakter hidup serupa Yesus Kristus.
Terhadap kuburan juga tidak perlu ditakuti.
Lucifer dan sekutunya setan tahu sheol itu, maka dia menyaru sebagai kerabat kita yang disana, seakan mengunjungi keluarga masih hidup dibumi bahkan dikesankan berpesan. Semua adegan itu, muslihat Lucifer dan setan menyesatkan manusia.
Betapa bersyukur generasi kini, Yesus telah menggelar lengkap desain program Elohim Jahweh di balik kubur, hingga destinasi Langit Baru Bumi Baru, yang karunia bagi manusia hanya setelah Yesus yang Tuhan itu hadir di bumi, yang generasi manusia sebelumnya dan malaikat pun belum tahu.
Hanya lewat kematian kita menuju dan masuk Langit Baru Bumi Baru itu, destinasi hidup yang dirindukan selama di bumi. Sambutlah bersukacita. Juga jangan takut pada kuburan.
Camkan menyambut perayaan Natal 2022 dan seterusnya.
* Penulis, Toga Tambunan, Evangelis Huria Kristen Batak Protestan

