Senin, 27 April 2026

DIDOMINASI KEPENTINGAN PRIBADI..! Mosi Tak Percaya Pada PP Kagama Hasil Munas XIV: Ada Ambisi Budi Karya Sumadi

JAKARTA- Forum Penyelamat Eksistensi Kagama (Formasi Kagama) menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PP Kagama hasil Munas XIV. Ini ditegaskan
Defiyan Cori sebagai Koordinator Forum dalam rilisnya kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (9/12).

Hal ini berdasarkan 5 (lima) pertimbangan dan temuan fakta lapangan berupa, indikasi Rekayasa AD/ART; Ketidakprofesionalan dalam Proses Pemilihan; Dominasi Kepentingan Kelompok Tertentu;
Konflik Kepentingan Pribadi dan Kelompok danPotensi Kerugian Reputasi Organisasi.

Di bawah ini pernyataan sikap lengkap dari Forum Penyelamat Eksistensi Kagama:

PERNYATAAN MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP KEPENGURUSAN PP KAGAMA 2024 – 2029 HASIL MUNAS KAGAMA XIV

Kami yang bertandatangan di bawah ini pemilik hak suara dalam Munas Kagama XIV Ancol 2024, dengan ini menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PP Kagama hasil Munas XIV berdasarkan 5 (lima) pertimbangan dan temuan fakta lapangan sebagai berikut:

  1. Indikasi Rekayasa AD/ART
    Penyelenggaraan Munas XIV terlihat dirancang sedemikian rupa untuk menguntungkan individu atau kelompok tertentu, dengan mengesampingkan prinsip independensi dan integritas organisasi. Rekayasa antara lain dilakukan lewat perubahan AD/ART dengan mengakomodasi kelompok komunitas berdasar kegemaran/hobby untuk memiliki hak suara dan Tata Tertib yang disahkan diawal begitu mudah diubah di dalam Munas. Indikasi kuat lainnya tampak saat mobilisasi pengambilan suara yangmana hak suara komunitas diberlakukan setara dengan pengda dan pengcab padahal representasi alumni telah terakomodasi secara regional dan fakultatif.
  2. Ketidakprofesionalan dalam Proses Pemilihan
    Proses pemilihan pengurus dilakukan tanpa mengindahkan prinsip transparansi, keadilan, dan objektifitas. Hal ini mencederai nilai demokrasi yang seharusnya menjadi landasan organisasi alumni. Dalam persidangan sangat terkesan adanya keinginan untuk mempercepat proses pemilihan Ketua Umum dengan mengajak para peserta agar menerima calon tunggal meskipun bertentangan dengan AD/ART dan Tata Tertib Munas
  3. Dominasi Kepentingan Kelompok Tertentu
    Susunan pengurus yang terpilih menunjukkan adanya pengaruh kuat dari kelompok tertentu, sehingga tidak mencerminkan keberagaman suara dan aspirasi anggota Kagama dari berbagai wilayah, profesi, dan komunitas. Hal ini jelas tidak sehat bagi organisasi modern sehingga memunculkan bentuk organisasi yang tak representatif dalam sebuah organisasi yang didasarkan pada kesamaan kepentingan alumni yang sejatinya sesuai akar kesejarahannya.
  4. Konflik Kepentingan Pribadi dan Kelompok
    Ambisi Budi Karya Sumadi (BKS) yang masih menjabat ketua harian memunculkan dugaan kuat adanya konflik kepentingan pribadi atas kasusnya yang terindikasi di KPK, yang dapat merugikan kepentingan para alumni sebagai anggota. Jika kasus ini terbukti, maka prinsip netralitas, imparsialitas dan non manipulatif organisasi yang jauh dari memihak kepentingan figuritas akan mempengaruhi tata kelola organisasi alumni yang bersih dan sehat di masa depan.
  5. Potensi Kerugian Reputasi Organisasi
    Ketidakprofesionalan dan keberpihakan dalam penyelenggaraan Munas XIV berpotensi merusak reputasi Kagama sebagai organisasi alumni yang seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan alat untuk kepentingan segelintir pihak.

Dengan pernyataan mosi tidak percaya ini, kami menuntut evaluasi ulang terhadap hasil Munas XIV dan pengurus terpilih.

Jakarta, 7 Desember 2024
FORUM PENYELAMAT EKSISTENSI KAGAMA (FORMASI KAGAMA)

Defiyan Cori
Koordinator

(Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles