Sabtu, 25 April 2026

PELUKAN PERPISAHAN NIH..! Sebelum Jadi Tersangka, Sekjen PDIP Hasto Sempat Berselingkuh dengan Istri Temannya

JAKARTA – Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, baru-baru ini Sekjen PDIP hasto Kristiyanto ramai diperbincangkan. Bukan karena kiprahnya di dunia politik, tetapi isu asmara.

Di media sosial beredar foto dan video yang menunjukkan Hasto berselingkuh dengan perempuan bernama Emiliana Indri alias Yola.

Dalam vdieo tersebut tampak Hasto cipika cipiki dengan perempuan tersebut. Hasto juga terlihat merangkul perempuan tersebeut.

Tersebar di X, video yang menunjukkan kemesraan Hasto dengan Yola. Video berdurasi 16 dan 42 detik itu ditonton lebih 10 ribu kali.

Tak hanya itu, ada pula foto-foto Hasto bersama perempuan bernama Yola terebut. Diduga Yola merupakan istri teman baik Hasto sendiri.

Foto kemesraan Hasto dan Yola sudah ditayangkan 388 ribu pengguna apliikasi X (Twitter)

Belum ada konfirmasi terkait dengan foto dan video tersebut, Hasto justru ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan suap kasus Harun Masiku. Harun Masiku sendiri hingga kini masih buron.

Jadi Tersangka KPK

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, di dalam surat tersebut, Hasto disebutkan sebagai pihak pemberi suap bersama Harun Masiku kepada mantanKomisioner KPU Wahyu Setiawan.

Sumber lain menyebutkan, surat perintah penyidikan (Sprindik) penetapan tersangka Hasto Kristiyanto diterbitkan Komisi Antirasuah dengan Nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tanggal 23 Desember 2024.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK, Tessa Marardika mengaku belum mendapatkan informasi terkait penetapan tersangka Hasto Kristiyanto.

“Saya akan coba cek terlebih dahulu infonya, bila ada update akan disampaikan ke rekan-rekan jurnalis,” ucap Tessa

Profil Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Sejak masa remaja, ia telah menunjukkan minat besar pada dunia politik. Di bangku SMA Kolese de Britto Yogyakarta, Hasto gemar membaca buku-buku bertema politik. Kecintaannya pada politik terus berkembang sampai ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama menjadi mahasiswa, Hasto aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM, sebuah posisi yang mencerminkan kepemimpinannya sejak usia muda.

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi pada 1991, Hasto memulai perjalanan karier di dunia bisnis dengan bergabung di PT Rekayasa Industri sebagai Project Manager, sebelum akhirnya menjabat Project Director di PT Prada Nusa Perkasa.

Meski berkecimpung sebagai profesional di dunia bisnis, ketertarikan utama Hasto tetap pada dunia politik. Hasto memulai langkah politiknya di PDI Perjuangan pada 2002 sebagai Wakil Sekretaris Bidang Media Massa dan Penggalangan DPP PDIP.

Karier politiknya terus menanjak. Pada Pemilu 2004, ia terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek.

Hasto kemudian ditempatkan di Komisi VI, menangani perdagangan, perindustrian, investasi, dan koperasi.

Di internal partai, Hasto meniti karier sampai akhirnya dipercaya menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen PDI-P. Dalam kapasitas ini, ia menjadi salah satu tokoh penting yang menggerakkan roda organisasi partai.

Aroma Politis

DPP PDI-P juga menyatakan masih mencari kejelasan mengenai kabar penetapan Hasto sebagai tersangka. Ketua DPP PDI-P Ronny Talapessy mengungkapkan, pihaknya belum menerima informasi resmi dan belum berkomunikasi langsung dengan Hasto.

“Masih cari tahu kebenaran informasi ini. Nanti partai akan menyatakan sikap,” kata Ronny.

Sementara itu, Juru Bicara PDI-P Chico Hakim menduga ada upaya politisasi hukum dalam perkara yang menyeret nama Hasto. “Sangat jelas ada upaya mengganggu PDI Perjuangan,” kata Chico. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles