BANDUNG – Kurikulum wajib militer akan diterapkan di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK di Jawa Barat mulai tahun ajaran 2025/2026. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa anggota TNI-Polri akan bertindak sebagai pembina wajib militer di setiap sekolah.
“Setiap sekolah akan memiliki pembina dari TNI dan Polri yang bertugas membentuk karakter siswa serta memetakan bakat mereka, termasuk bagi yang bercita-cita menjadi tentara atau polisi,” kata Dedi dalam keterangan resmi yang diterima Bergelora.com di Bandung, Rabu (5/3/2025).
Menurut Dedi, keberadaan anggota TNI dan Polri di sekolah diharapkan bisa membentuk karakter bela negara di kalangan siswa.
Adanya wajib militer ini bertujuan agar siswa tidak terlibat dalam aktivitas tawuran, perkelahian antar pelajar, dan kenakalan remaja lainnya.
Program ini juga merupakan bagian dari upaya Pemprov Jabar dalam menangani persoalan geng motor dan premanisme.
“Saya serius, mulai tahun ajaran baru, Pemda Provinsi Jabar akan memasukkan kurikulum wajib militer di sekolah-sekolah,” kata Dedi.Â
Dedi menegaskan bahwa penerapan kurikulum wajib militer diyakini dapat menggali potensi siswa di berbagai bidang.
Ia menambahkan, wajib militer identik dengan kedisiplinan, sehingga siswa dapat lebih fokus belajar dan mengesampingkan kegiatan yang tidak berguna.
Lebih lanjut, program ini akan diintegrasikan dengan berbagai sektor strategis yang dibutuhkan oleh masing-masing daerah di Jawa Barat, seperti bidang pertanian dan peternakan.
Tujuannya adalah untuk membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Diharapkan, setelah lulus sekolah, para siswa dapat langsung terserap dalam berbagai bidang pekerjaan yang diperlukan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran terbuka di Jawa Barat.
“Program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa sekaligus menggali potensi mereka dalam berbagai bidang,” pungkasnya. (Martinus Ursia)


Saya sebagai orang tua murid sangat setuju dg program ini karena untuk menghilangkan kejenuhan pemuda pemudi yg selama ini banyak waktu yg terbuang ,kebanyakan pemuda pemudi sekarang kejenuhan tersebut banyak di larikan ke gimana judol dan tawuran, kalau di jaman dulu ,rasanya tdk ada waktu terbuang sehabis pulang sekolah ngji ibadah bersama selsai ibadah semua setelah malam hari selsai solat isha di wajibkan pemuda pemudi latihan bela diri seperti silat karateka taekwondo jadi tdk ada kesempatan untuk bermain2 yg tdk ada artinya