Senin, 27 April 2026

KOQ BISA NIH..? Polisi Ungkap Identitas 2 Pelaku Penyiraman Air Keras, Berbeda dengan Puspom TNI

.JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkapkan identitas terduga dua pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin menyebut kedua terduga pelaku berinisial BAC dan MAK.

Menurut penjelasannya, hal itu diketahui berdasarkan rekaman CCTV, pemeriksaan saksi-saksi hingga barang bukti yang diperoleh pihak kepolisian.

“Dari keterangan (saksi) tersebut dan keterhubungan dengan barang bukti, dengan petunjuk yang kami peroleh, baik itu di TKP langsung maupun disepanjang jalur yang diduga perlintasan dari para terduga pelaku ini, dan kami analisis dengan satu data Polri, saat ini kami menduga dua orang yang kami tunjukan tersebut, satu inisial BAC, dua inisial MAK,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Sebelumnya, polisi menduga ada empat pelaku dalam kasus penyerangan ini.

Iman pun menekankan, pihaknya tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah pelaku lebih dari empat orang.

“Dari hasil penyelidikan kami, tidak menutup kemungkinan pelaku diduga dapat lebih dari empat (orang), sebagaimana kami sampaikan awal ke rekan-rekan media,” ujarnya.

Adapun Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal, di wilayah Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut terekam di kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV yang dikutip dari Video KompasTV, tampak dua terduga pelaku yang tengah berboncengan motor dan melintas di lokasi kejadian.

Pelaku yang datang dari arah berlawanan, kemudian terlihat menyiramkan air keras ke arah Andrie.

Seketika korban menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Luka bakar dilaporkan terjadi di area wajah, mata, dada, hingga kedua tangan korban.

Keterangan Danpuspom TNI

Semwntara itu, kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI, Yusri Nuryanto, mengungkap bahwa empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, berasal dari BAIS TNI.

“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma BAIS TNI,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Ia menyebut empat terduga pelaku masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Para prajurit tersebut berasal dari dua matra, yakni Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Meski demikian, Yusri belum mengungkap secara rinci peran masing-masing pelaku maupun motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegasnya.

Tanggapan Habiburokhman

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman angkat bicara perihal TNI dan polisi yang berbeda dalam menyampaikan inisial prajurit yang menjadi pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Habiburokhman memberi contoh bahwa aparat bisa saja memberi inisial yang berbeda, padahal identitasnya sebenarnya sama.

“Ya ini masih berjalan ya. Kalau inisial kan misalnya namanya Muhammad Udin, ada yang menyatakan MU, ada yang MUDN, macam-macam pilihan huruf yang menjadi inisial,” ujar Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Habiburokhman menegaskan, fakta-fakta yang disampaikan polisi, bahkan sampai wajah pelakunya pun sudah sangat jelas.

Terlebih, Habiburokhman menyebut DPR juga akan mengontrol pengusutan kasus melalui panja. “Saya pikir tidak ada ruang bagi siapapun untuk tidak menyimpulkan identitas yang sebenarnya pelakunya,” jelasnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles