Selasa, 23 April 2024

Aan Rusdianto: Wiranto Tahu Keberadaan 13 Korban Penculikan

JAKARTA- Salah satu korban penculikan oleh Tim Mawar Kopassus tahun 1997, Aan Rusdianto menduga Wiranto pasti tahu keberadaan 13 orang yang masih hilang hingga saat ini.

Menurut salah seorang mantan Pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini, sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab), Wiranto
setidaknya mengetahui keberadaan kawanikawannya yang hilang.

“Ya kalau faktanya begitu Ya pasti Wiranto terlibat lah,” ujarnya kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (25/6).

Aan Rusdianto mencoba mengingat kembali rentetan peristiwa-peristiwa penting menjelang kejatuhan Soeharto antara 1997-1998.

“Kasus penculikan itu naik sebelum peristiwa kerusuhan Mei. Pada waktu itu Munir berhasil menggalang tekanan publik pada persoalan penculikan,” ujarnya.

Menurutnya, ABRI tentu tidak mau mengambil resiko ditekan terus dalam kasus itu penculikan.

“Salah satu cara untuk meredamnya adalah dengan menghilangkan para aktifis yang masih dalam tangan penculik,” ujarnya.

Aan Rusdianto, sama dengan Andi Arief menyampaikan pada Bergelora.com bahwa ketika diculik dan ditahan, mereka tidak ada kontak bertemu atau mendengar suara dari 13 orang yang masih hilang.

“Enggak ada aku denger atau ketemu mereka,” ujar Aan.

Ia berharap Wiranto dan semua Jenderal dalam yang terlibat dalam DKP mau terbuka mengungkap dimana 13 orang korban lainnya.

“Semua perlu niat baik. Agar tidak terulang lagi,’ ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, mantan pimpinan Pijar, Beathor Suryadi mengatakan bahwa, kalau Andi Arief dan 8 orang lainnya yang sudah dibebaskan penculik mengatakan bertemu atau mendengar suara 13 orang yang masih hilang, maka Tim Mawar lah yang melenyapkan.

“Tapi kalau 9 orang tidak pernah bertemu atau mendengar suara mereka, berarti 13 orang diculik oleh tim lain diluar komando Prabowo Subianto,” ujarnya.

Kalau demikian artinya menurut Beathor, Wirantolah yang harus bertanggung jawab sebagai Pangab, karena Soeharto sebagai Panglima Tertinggi sudah meninggal.

“Tapi jika Andi, Aan dari kelompok 9 tidak ketemu atau denger berarti bukan Prabowo dong. Wiranto harus jawab ini. Siapa team lain yang menculik 13 kawanku itu,” ujarnya.

Sementara itu Setara Institute menyatakan penyangkalan atas klarifikasi Wiranto perihal penculikan semakin menunjukkan kepanikan pihak Prabowo dan para pendukungnya atas fakta dan kebenaran yang mulai terungkap. 

“Penyangkalan juga telah melahirkan manipulator-manipulator sejarah yang membabi buta mengumbar pernyataan yang sengaja didesain untuk mengaburkan fakta,”ujar Hendardi kepada Bergelora.com. 

Menurutnya, kelompok ini sangat berbahaya karena akan mewariskan sejarah kelam kemanusiaan. Fakta penculikan itu terjadi jelas terlihat dalam executive summary Laporan Komnas HAM dan dokumen DKP yang beredar dan menunjukkan keterlibatan Prabowo. 

“Apa yg disampaikan Johannes Suryo Prabowo, Kivlan Zein, Elsa Syarif dan lainnya bukanlah suara korban, tapi suara politisi yang membela Prabowo Subianto. Suara korban yang pantas didengar adalah mereka-mereka yang tidak terjun ke partai politik dan selama ini memperjuangkan keadilan bagi korban dan setiap Kamis berdemo didepan istana,” ujarnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru