Sabtu, 20 Juni 2026

ADA APA NIH..? Bareskrim Tangkap Bendahara Gembong Narkoba Fredy Pratama di Malaysia

JAKARTA — Bareskrim Polri menangkap bendahara gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, Frans Antoni di Malaysia.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso. Adapun Frans ditangkap bersama istrinya oleh penyidik ​​Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Keduanya tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (19/6) sekitar pukul 15.35 WIB. Mereka bungkam tidak menjawab satupun pertanyaan yang diajukan oleh media awak.

“Iya betul Frans Antoni ditangkap,” ujar Eko dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (19/6).

Penangkapan Frans menjadi babak baru dalam jaringan Fredy Pratama gembong narkoba jaringan internasional yang dijuluki sebagai ‘Pablo Escobar Indonesia’.

Fredy hingga kini masih buron dan diduga bersembunyi di luar negeri. la disebut kerap berpindah-pindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja.

Sosok Fredy alias Miming alias Cassanova disebut mempunyai pengaruh yang kuat di kawasan Asia Tenggara, khususnya segitiga emas yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia.

Jejak Pelarian Frans Antoni

Eko Hadi Santoso mengungkap jejak pelarian Frans yang berstatus DPO sebelum ditangkap.

Ia menjelaskan setelah kaki tangan Fredy Pratama berhasil diamankan oleh polisi, Frans Antoni melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat di Thailand.

Dalam pengungsinya, Frans Antoni dibantu oleh orang suruhan Fredy yang merupakan warga negara Thailand.

“Frans Antoni sempat pindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap kurang lebih selama dua tahun di daerah Narasiri, Thailand,” kata Eko.

Ia mengatakan Frans Antoni juga dibantu oleh orang suruhan Fredy saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim utusan Polri di Kuala Lumpur.

Frans Antoni bukanlah pelaku biasa, melainkan operator keuangan, operator lapangan, dan operator operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama, katanya.

Sementara itu, Fredy hingga kini masih buron dan diduga bersembunyi di luar negeri. la disebut kerap berpindah-pindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja.

Sosok Fredy alias Miming alias Cassanova disebut mempunyai pengaruh yang kuat di kawasan Asia Tenggara, khususnya segitiga emas yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyita total sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023.

Fredy disebut salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. Dari hasil analisa Direktorat Tindak Pidana Narkoba didapati bahwa sebagian besar narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Fredy.

Setiap bulannya, sindikat Fredy disebut menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kg hingga 500 kg dengan modus operandi menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles