Rabu, 29 April 2026

Agenda Global Bill Gates: Menuju Kediktaktoran Vaksin

Bill Gates. (Ist)

Pandemi Corona diseluruh dunia yang berdampak kerusakan sosial ekonomi di seluruh negara terjangkit ternyata merupakan bagian dari agenda vaksinasi global Bill Gates. Hal ini dibongkar oleh Robert F. Kennedy Jr. sebagai tamu redaksi Children’s Health Defense, Inc. yang kemudia ditulis dalam sebauh artikel berjudul asli,– ‘Gates’ Globalist Vaccine Agenda: A Win-Win for Pharma and Mandatory Vaccination’ diturunkan 13 April 2020 lalu dimuat dalam https://thefullest.com/2020/04/13/gates-globalist-vaccine-agenda-a-win-win-for-pharma-and-mandatory-vaccination/.

Robert Francis Kennedy Jr. adalah seorang pengacara lingkungan Amerika, penulis, dan penentang vaksinasi. Kennedy adalah putra Robert F. Kennedy dan keponakan mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy. Robert Francis Kennedy Jr. adalah presiden dewan Waterkeeper Alliance, kelompok lingkungan nirlaba yang dia ia bentuk pada tahun 1999.

Bergelora.com menterjemahkan tulisan diatas untuk melengkapi tulisan mantan Menteri Kesehatan,– Siti Fadilah Supari dari Penjara Pondok Bambu, Jakarta beberapa waktu lalu yang berjudul ‘Vaksin Bill Gates Jangan Digunakan di Indonesia. Mengapa?’ .  (Redaksi)

Oleh: Robert F. Kennedy Jr

VAKSIN,–  bagi Bill Gates, adalah filantropi strategis yang dapat memberi makan banyak bisnis terkait vaksinnya (termasuk ambisi Microsoft untuk mengendalikan global vaccination ID enterprise) yang akan memberinya kendali pada kebijakan kesehatan global.

Obsesi Gates terhadap vaksin tampaknya didorong oleh keyakinan untuk menyelamatkan dunia dengan menggunakan teknologi.

Dengan janji membagi dana sebesar $ 450 juta dari $ 1,2 miliar untuk memberantas Polio, Gates mengambil kendali National Technical Advisory Group on Immunization (NTAGI) India yang mengamanatkan hingga 50 dosis (Tabel 1) vaksin polio melalui program imunisasi yang tumpang tindih pada anak sebelum usia lima tahun.

Belakangan, para dokter India menyalahkan vaksinasi yang didukung Bill Gates untuk menghapus non-polio acute flaccid paralysis (NPAFP), yang  melumpuhkan 490.000 anak, yang ternyata di luar angka yang diharapkan antara tahun 2000 dan 2017. Akhirnya, pada tahun 2017, pemerintah India meminta kembali rejimen vaksin Bill Gates dan kemudian mengusir Bill Gates beserta semua kebijakan vaksinnya,– keluar dari India. Setelah itu, tingkat NPAFP malahan turun drastis.

Pada 2017, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan enggan mengakui bahwa ledakan global pada polio,– predominantly vaccine strain. Epidemi yang paling menakutkan di Kongo, Afghanistan, dan Filipina,– semuanya terkait dengan vaksin. Faktanya, pada tahun 2018, 70% dari kasus polio global adalah vaccine strain.

Pada 2014, Gates Foundation mendanai percobaan vaksin HPV (Human Papiloma Virus) , yang dikembangkan oleh Glaxo Smith Kline (GSK) dan Merck, pada 23.000 gadis muda di provinsi terpencil India. Sekitar 1.200 menderita efek samping yang parah, termasuk gangguan autoimun dan kesuburan. Tujuh orang meninggal. Investigasi pemerintah India menemukan bahwa para peneliti yang didanai Bill Gates melakukan pelanggaran etika yang meluas. Mereka menekan gadis-gadis desa yang rentan ke dalam persidangan, mengintimidasi orang tua, memalsukan formulir persetujuan, dan menolak perawatan medis untuk para gadis yang terluka. Kasus ini sekarang berada di Mahkamah Agung negara itu.

Pada 2010, Gates Foundation mendanai percobaan fase 3 dari vaksin malaria yang dibuat oleh GSK. Percobaan itu membunuh 151 bayi Afrika dan menyebabkan efek samping yang serius termasuk kelumpuhan, kejang, dan demam pada 1.048 dari 5.949 anak-anak.

Selama Program MenAfriVac Gates tahun 2002 oleh Bill Gates di Afrika Sub-Sahara, para operatornya secara paksa memvaksinasi meningitis pada ribuan anak-anak Afrika. Sekitar 50 dari 500 anak yang divaksinasi mengalami kelumpuhan. Surat kabar Afrika Selatan mengeluh,– “Kami jadi kelinci percobaan bagi para pembuat obat.” Mantan Ekonom Senior Nelson Mandela, Profesor Patrick Bond, menggambarkan praktik filantropis Gates sebagai,– “kejam dan tidak bermoral”.

Pada 2010, Gates berkomitmen $ 10 miliar kepada WHO dengan mengatakan, “Kita harus menjadikan ini, dekade vaksin.” Sebulan kemudian, Gates mengatakan dalam Ted Talk bahwa vaksin baru,– “dapat mengurangi populasi”.

Pada tahun 2014, Kenya’s Catholic Doctors Association,– Asosiasi Dokter Katolik Kenya menuduh WHO secara kimia mensterilkan jutaan wanita Kenya secara paksa dalam program vaksin ‘tetanus’. Laboratorium independen menemukan formula sterilitas dalam setiap vaksin yang diuji. Setelah membantah tuduhan itu, WHO akhirnya mengakui telah mengembangkan vaksin sterilitas selama lebih dari satu dekade. Tuduhan serupa datang dari Tanzania, Nikaragua, Meksiko, dan Filipina.

Sebuah penelitian pada tahun 2017 (Morgenson et. Al. 2017) menunjukkan bahwa vaksin DPT (Diphtheria, Tetanus, Pertussis) yang terkenal direkomendasikan WHO telah membunuh lebih banyak anak-anak Afrika daripada penyakit DPT yang dicegahnya. Anak perempuan yang divaksinasi DPT menderita 10 kali angka kematian anak-anak yang belum menerima vaksin. WHO telah menolak mengakui vaksin mematikan yang dipaksakan pada puluhan juta anak-anak Afrika setiap tahun.

Pendukung Global Public Health di seluruh dunia menegaskan,– Bill Gates telah mengendalikan agenda WHO menjauh dari program-program yang terbukti mencegah penyebaran penyakit menular seperti,– air bersih, kebersihan, nutrisi, dan pembangunan ekonomi. The Gates Foundation hanya menghabiskan sekitar $ 650 juta dari anggaran $ 5 miliar dolar untuk bidang-bidang tersebut. Mereka mengatakan Bill Gates telah mengalihkan sumber daya WHO untuk melayani filosofi pribadinya bahwa,– kesehatan yang baik hanya datang dari jarum suntik

Sebagai tambahan, Bill Gates menggunakan filantropinya untuk mengendalikan WHO, UNICEF, GAVI the Vaccine Alliance, dan PATH sebuah LSM Kesehatan. Gates mendanai perusahaan farmasi swasta yang memproduksi vaksin, dan juga menyumbang $ 50 juta kepada 12 perusahaan farmasi untuk mempercepat pengembangan vaksin coronavirus. Dalam kemunculannya di media baru-baru ini, Gates tampak yakin bahwa krisis Covid-19 sekarang akan memberinya kesempatan untuk memaksakan program kediktaktoran vaksinasinya pada anak-anak Amerika.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles