Sabtu, 8 Agustus 2026

AKIBAT GAK PAKE AHLI GIZI KREDIBEL..! Ayam MBG Diduga Bau hingga Tak Dimakan Siswa, Apel Busuk Setengah Lingkaran

JAKARTA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar mengakui sejumlah makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sempat lolos dari proses pemeriksaan kualitas.

Pengakuan tersebut disampaikan setelah video dugaan ayam berbau dan surat penolakan penyaluran MBG dari pihak sekolah beredar luas di media sosial.

SPPG Kalianyar menyatakan persoalan tersebut telah ditangani melalui penghentian sementara pembagian makanan, pemeriksaan langsung ke sekolah, permintaan maaf, serta evaluasi terhadap kualitas dan kuantitas menu.

Pihak sekolah kemudian mencapai kesepahaman dengan SPPG Kalianyar dan menyatakan siap menerima kembali penyaluran MBG dengan sejumlah catatan perbaikan.

Surat Penolakan MBG Berbau

Surat penolakan diterima setelah kasus viral Asisten Lapangan SPPG Kalianyar Curida mengatakan, surat penolakan dari SDN 1 Gujeg baru diterimanya pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Surat tersebut diterima setelah video dugaan ayam berbau dan polemik kualitas makanan MBG ramai dibicarakan di media sosial.

Curida menjelaskan, format surat pernyataan sebelumnya memang dikirim kepada sekolah-sekolah sebagai bagian dari prosedur terbaru Badan Gizi Nasional.

“Kalau terkait dengan penolakan dari pihak SDN 1 Gujeg, saya terima itu hari Selasa sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kejadian viral. Memang format surat pernyataan itu saya kirim ke sekolah-sekolah karena prosedur dari BGN sekarang pihak sekolah harus membuat surat pernyataan terbaru. Sebelum kami menerima surat itu, ternyata sudah menyebar ke media sosial,” ujar Curida saat diwawancarai media, Rabu (5/8/2026).

Surat penolakan tersebut bertanggal 3 Agustus 2026 dan ditandatangani Kepala SDN 1 Gujeg Dedi Sutardi.

Isi surat menyatakan sekolah tidak lagi bersedia menerima penyaluran MBG dari SPPG Kalianyar.

Pembagian makanan dihentikan setelah laporan ayam berbau

Curida menjelaskan, laporan mengenai dugaan ayam berbau diterima dari petugas pendamping sekolah atau person in charge pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

SPPG Kalianyar kemudian meminta petugas di sekolah menghentikan pembagian makanan yang diduga bermasalah kepada para siswa.

“Begitu menerima laporan, saya langsung perintahkan ke PIC sekolah untuk menghentikan dulu pembagian makanan yang bermasalah. Nanti saya crosscheck di lapangan. Memang setelah saya cek ada beberapa yang kualitasnya kurang,” ucapnya.

Apel busuk setengah lingkaran. (Ist)

Pemeriksaan langsung dilakukan guna memastikan kondisi makanan yang dilaporkan oleh pihak sekolah. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat beberapa porsi makanan dengan kualitas yang dinilai kurang baik. SPPG Kalianyar kemudian mendatangi sekolah untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

“Kita sudah klarifikasi ke sana. Sudah ada iktikad baik, kita meminta maaf kepada pihak sekolah dan berkomitmen ke depannya akan memperbaiki,” jelas dia.

SDN 1 Gujeg siap menerima kembali MBG Pertemuan antara SPPG Kalianyar dan pihak SDN 1 Gujeg menghasilkan kesepahaman mengenai kelanjutan penyaluran MBG.

Curida mengatakan, sekolah bersedia kembali menerima makanan dari dapur SPPG Kalianyar selama kualitas dan jumlah makanan diperbaiki.

“Hasilnya sudah dapat titik temu. Pada prinsipnya SDN 1 Gujeg siap menerima kembali MBG dari SPPG Kalianyar dengan komitmen kami akan memperbaiki kualitas maupun kuantitas makanan. Kalau sampai terjadi lagi hal yang sama, kami siap apabila SDN 1 Gujeg memutuskan sementara waktu pindah ke dapur lain atau tidak menerima,” katanya.

SPPG Kalianyar juga menyatakan siap menerima keputusan sekolah apabila permasalahan serupa kembali terjadi. Pilihan tersebut mencakup pemindahan sementara penyaluran ke dapur lain atau penghentian penerimaan makanan dari SPPG Kalianyar.

Curida menilai polemik tersebut dipengaruhi oleh persoalan komunikasi dan koordinasi antara pihak dapur dengan sekolah.

“Sebenarnya itu karena miskomunikasi dan miskoordinasi. Mungkin beberapa kali pihak SD Gujeg menyampaikan keluhan, sementara kami sedang sibuk menyelesaikan tugas sehingga tidak ada titik temu. Tapi setelah kami bertemu dan berbicara baik-baik, akhirnya ada kesepahaman,” ujarnya.

SPPG Kalianyar menyatakan telah siap mengirimkan kembali makanan apabila sekolah menghendakinya.

“Bahkan kemarin kalau kami siap, hari ini pun sebenarnya boleh dikirim kembali. Harapan kami, pihak sekolah juga bisa memberikan klarifikasi bersama agar informasi yang berkembang menjadi utuh,” ucap Curida.

Apel busuk dan makanan diduga berulat pernah dilaporkan Curida juga menanggapi keluhan sebelumnya mengenai apel busuk serta dugaan adanya ulat pada makanan yang diterima siswa.

Laporan tersebut disebut terjadi beberapa bulan sebelumnya, sekitar bulan puasa, saat menu MBG mencakup buah.

“Itu sempat terjadi beberapa bulan yang lalu. Kalau tidak salah saat bulan puasa. Waktu itu yang dikirim salah satunya buah. Laporan itu sudah saya terima dan langsung saya tindak lanjuti,” jelas dia.

SPPG Kalianyar mengakui satu atau dua makanan diduga terlewat dari proses pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan. Makanan bermasalah tersebut kemudian diganti dengan produk baru setelah laporan diterima.

“Itu sudah saya ganti karena memang mungkin lolos quality control. Hanya satu atau dua item saja, sehingga langsung saya eksekusi dan diganti dengan yang baru. Artinya sebenarnya persoalan itu sudah clear dan selesai,” katanya.

Curida menegaskan setiap laporan dari sekolah akan ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab kepada mitra penerima MBG.

“Setiap permasalahan apa pun yang terjadi di lapangan, saya pribadi mewakili SPPG tetap bertindak cepat sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada pihak mitra sekolah,” ujarnya.

Viral Video MBG Busuk

Sekolah soroti kualitas makanan MBG Polemik MBG di SDN 1 Gujeg bermula dari video berdurasi 26 detik yang memperlihatkan seorang perempuan menunjukkan nampan makanan. Perempuan dalam video tersebut beberapa kali mengatakan “mambu ayam” atau ayam berbau.

Video itu kemudian dikaitkan dengan menu MBG yang diterima siswa SDN 1 Gujeg dan memicu perhatian publik. Kepala SDN 1 Gujeg Dedi Sutardi menegaskan sekolah tetap mendukung pelaksanaan MBG sebagai program pemerintah. Namun, kualitas makanan yang diterima siswa menjadi alasan sekolah sempat menolak penyaluran dari SPPG Kalianyar.

“Kami masih mendukung program pemerintah. Tetapi kenyataannya di bawah seperti ini, kualitas makanannya yang menurut saya kurang sekali,” ujar Dedi.

Pihak sekolah menyebut sekitar 70 porsi menu ayam yang dikirim pada 29 Juli 2026 diduga berbau sehingga tidak dikonsumsi oleh siswa.

Sekolah juga mengaku pernah menemukan ulat pada mi dan sayuran, apel busuk, serta staples di dalam makanan.

Seorang orangtua siswa bernama Turkanih mengatakan, anaknya beberapa kali enggan mengonsumsi makanan MBG karena mendapati lauk yang diduga bermasalah.

“Kadang-kadang tempenya berjamur, ayamnya juga begitu. Jadi total enggak dimakan sama sekali,” ujar Turkanih.

Turkanih menyatakan lebih memilih menyiapkan bekal sendiri bagi anaknya karena mengkhawatirkan kualitas makanan yang diterima di sekolah.

SPPG Kalianyar menyatakan seluruh laporan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki proses pemeriksaan, distribusi, serta koordinasi dengan pihak sekolah. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles