Kamis, 18 Juli 2024

AMERIKA SUDAH MASA LALU..! Luhut Tawarkan Kerja Sama Energi di Malut dan Bangun Industri di Kaltara

JAKARTA – Setelah.mengalami banyak kesulitan dengan Amerika dan Eropa, akhirnya Indonesia mengajak China membahas peningkatan kerja sama dalam bidang transisi energi dan industri.

Pembahasan kerja sama ini dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan In­vestasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Chairman of National Develop­ment and Reform Comission (NDRC) Zheng Shanjie dalam kunjungan ke Beijing, China, Rabu (12/6/2024) lalu.

Luhut berharap, NDRC men­dukung kerja sama antara CBL (joint venture CATL, Brunp dan Lygend) dan IBC (Indonesia Bat­tery Corporation) untuk produksi proyek baterai listrik di kawasan industri Buli, Maluku Utara. Di kawasan itu, Indonesia mengem­bangkan proyek daur ulang dan produksi material baterai.

Luhut juga ingin dukungan China seiring dengan pengem­bangan kawasan industri Ka­limantan Utara (Kaltara) yang diproyeksikan memberikan dampak berkelanjutan yang besar, serta menjadi model kerja sama bagi negara berkembang. Kawasan itu juga akan menjadi pioneer ekonomi hijau dunia. Seperti diketahui, China juga memiliki rencana membuat pabrik kaca di kawasan tersebut.

Menurut Luhut, Pemerintah su­dah menyesuaikan peraturan untuk memastikan keamanan jaminan ba­han baku untuk proyek petrokimia di kawasan industri tersebut.

“Saya berharap Pak Zheng dapat mendukung implementasi kawasan industri Kaltara. Kami juga mendukung investor China yang akan membangun pabrik kaca di Indonesia, termasuk di Kaltara,” katanya.

Ekspor Durian

Kepada Bergelora.com di Jakarta juga dilaporkan, Luhut juga menawarkan potensi ekspor durianm Luhut akan melaku­kan pertemuan dengan General Administration of Customs China (GACC) untuk mendorong impor durian, mengingat potensi pen­jualan buah tersebut cukup besar.

Selain itu Luhut juga mengingatkan di sela-sela World Water Forum ke-10 pada 20 Mei di Bali, telah ditandatangani Letter of Intent (LoI) Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang dapat mendukung kerja sama keuangan blended finance antara Indonesia-China di berbagai bidang.

Tak hanya mengurusi soal bis­nis dan kerja sama kedua negara, Luhut juga menjadi orang yang beruntung karena mendapat gelar Honorary Professor atau Guru Besar Kehormatan dari Tsinghua University, China. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru