AMBON- Gempa kembali mengoyang Kota Ambon, siang hari ini. Sedikitnya tiga kali berturut-turut guncangan cukup keras. Warga Kota Ambon, panik. Seluruh warga keluar rumah dan memilih lari ke arah yang lebih tinggi. Selain itu, seluruh aktivitas perkantoran dan sekolah terhenti. Semua berhamburan keluar berlari menyelamatkan diri.
Warga Kota Ambon sebagian besar saat ini telah keluar rumah dan memilih mengungsi ke arah gunung.
“Katong kabur jua dari rumah. Ini akang su goyang yang ketiga kali. Jang sampe tsunami datang,” ungkup sejumlah warga Kota Ambon sambil berlari ke arah gunung.
Tidak Tsunami
Warga Ambon panik lagi. Mereka mengungsi setelah diguncang gempa tektonik berkekuatan 5.2 SR, Kamis (11/10) pukul 13.39 WIT. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Episenter gempa terletak pada koordinat 3,57 LS dan 128,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Laut Kota Ambon. Titik gempa berada pada kedalaman 10 km.
Melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG Ambon mengaku gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).
Guncangan gempabumi dirasakan di daerah Ambon V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, hingga pukul 14.05 WIT, hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya 8 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4.6 SR.
Kendati demikian, BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta tidak percaya isu hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tandasnya. (Christina Latupessy)

