Rabu, 15 April 2026

AWAS NIH…!.Setelah Teror Bom Makassar, IPW: 9 Provinsi Rawan

Kasus teror bom di halaman Gereja Katedral Makassar. (Ist)

JAKARTA- Kasus teror bom di halaman Gereja Katedral Makassar merupakan kasus teror bom pertama di era Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kasus bom bunuh diri ini juga merupakan peringatan buat jajaran kepolisian, bahwa harus lebih meningkatkan kewaspadaan tidak menutup kemungkinan akan ada teror teror susulan lainnya.

 
“Hal ini dikarenakan masih adanya kelompok kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian, seperti di Poso atau tempat lainnya. Sementara para teroris yang selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya,” kata Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, mengigatkan.
 
IPW menurut Neta, mencermati kondisi ini tentu menjadi tugas berat Kapolri Sigit. Apalagi, saat ini menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, bermuara aktivitas dan kebutuhan sosial masyarakat kian meningkat.
 
Untuk itu, lanjut Neta, Kapolri perlu mengonsolidasikan jajarannya mulai dari jajaran intelijen hingga ke aparatur Babinkamtibmas sebagai ujung tombak untuk mempertajam telinga maupun penciuman jajaran kepolisian. Sehingga, senantiasa mampu meningkatkan deteksi dan antisipasi dini.
 
“Kapolda dan Kapolres harus mampu memenej wilayahnya agar jarum jatuh pun di wilayah tugasnya terdengar olehnya. Tujuannya agar Polri tidak kecolongan dan teror bom terjadi kembali,” tegasnya.
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, IPW mengingatkan jika teror bom terjadi, korban tewas atau luka tidak hanya diderita pelaku. Tapi, juga masyarakat luas ikut menjadi korban. Terbukti teror bom menimpa gereja di Makassar, korban luka adalah petugas gereja dan jemaat. Dari data lima petugas gereja dan empat jemaat terkena serpihan bom.
 
“Tragis lagi, seperti sidah diperhitungkan para teroris, ledakan teror bom bertepatan peringatan Minggu Palma pada hari itu juga,” tegasnya.
 
Bom meledak tepat sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB. Minggu Palma itu merupakan awal dari pekan suci sebelum umat kristiani merayakan Paskah pada pekan depan.
 
IPW ditegaskan Neta, berharap kasus teror bom, terutama yang menyerang gereja ini, merupakan tragedi kali pertama dan terakhir di era Kapolri Sigit.
 
“Untuk itu, Kapolri yang diperkuat para Kapolda dan Kapolres harus melakukan pagar betis agar para teroris tidak mendapat celah untuk beraksi,” tegasnya.
 
Sebab dalam pantauan IPW, selain Sulsel masih ada sembilan daerah lain yg tergolong rawan teroris, yakni Sulteng, Jatim, Jateng, Jogja, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumut. Tingkat kerawanan ini makin tinggi tatkala konflik Polri dengan Ormas keagamaan yang dipimpin Rizieq tak kunjung selesai.
 
“Belum tuntasnya kasus penembakan di KM 50 Tol Cikampek menyimpan dendam tersendiri bagi kelompok kelompok tertentu, yang bukan mustahil dendam itu berpotensi menimbulkan aksi teror. Fenomena inilah yang patut dicermati jajaran kepolisian ke depan agar aksi aksi teror bisa ditekan,” pungkasnya. (Web Warouw)
 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles