Kamis, 3 September 2026

BANYAK NIH..! 556 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Pemprov Jatim Siapkan Sanksi

JAKARTA – Sebanyak 566 santri dan santriwati Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Pemprov Jatim menyebut pihaknya bakal menyiapkan sanksi tegas untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

“Ya ini sebetulnya Pak Ketua Satgas yang tadi melakukan rapat konsolidasi dengan tim Satgas MBG Jawa Timur ada Pak Wagub. Sebagai pemerintah ini terjadi kesekian kalinya tentu sangat prihatin,” kata Sekdaprov Jatim Adhy Karyono di Gedung DPRD Jatim, dikutip Bergelora.com si Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Adhy menyayangkan SPPG Kalitengah tidak teliti dalam menyajikan makanan sehingga menyebabkan keracunan para santri. Ia berharap sanksi itu nantinya akan ditindak lanjut oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Walaupun SLHS sudah pengawasan sudah dilakukan tapi ternyata di luar kemampuan kami juga mereka melakukan sesuatu yang berakibat fatal,” ujarnya.py

“Oleh karena itu, sekali lagi satgas sedang melakukan pendalaman dan sudah melaporkan kepada BGN untuk bisa menindaklanjuti apa sanksi, terutama sebetulnya adalah penyidikan dulu. Penyelidikan seperti apa faktor penyebab dari keracunan tersebut,” tambahnya.

Adhy juga menyatakan, Satgas MBG Jatim akan terus memantau dapur-dapur utamanya yang banyak terjadi kasus keracunan.

“Kita tentu berharap ada ketegasan, kemudian tidak akan terjadi lagi kasus semacam ini. Dan akan kita perketat lagi bagaimana pengelolaan dapur MBG dengan baik,” katanya.

 

Berdasarkan informasi yang terhimpun, menu MBG yang disajikan ke sekolah siang itu berupa nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel.

Para santri mengeluhkan kepala pusing, mual-mual hingga lemas setelah waktu maghrib. Mayoritas santri dan santriwati langsung dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Tanggulangin, KH. Abdul Wachid Harun membantah menu MBG yang disantap santri dan santriwati diolah oleh dapur ponpes.

Menu tersebut didapatkan dari SPPG Kalitengah Tanggulangin yang saat ini sudah di-suspend.

“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” kata Abdul Wachid, Rabu (2/9/2026).

imbas Keracunan Ratusan Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Pihaknya berharap kondisi para santri segera membaik.

“Tidak ada yang terencana, semoga baik-baik saja. Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah,” katanya.

Pihaknya belum memastikan aktivitas pembelajaran para santri dan santriwati usai insiden ini. Pihaknya ingin lebih dulu memastikan semua tertangani dengan baik.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga sudah membuka posko penanganan medis di area ponpes untuk mengetahui perkembangan kondisi santri dan santriwati yang terdampak keracunan MBG.

“Wait and see. Lihat situasi besok. Iya, tapi semua harus tertangani secara tuntas. Ada posko dan pengurus-pengurus juga ikut memantau di tempat rumah sakit di mana anak-anak santri dirawat inap, ada yang rawat jalan,” jelasnya.

Jumlah santri dan santriwati di Ponpes Manba’ul Hikam dari jenjang SMP-SMA berjumlah sekitar 1.000 orang. Semua santri saat itu mengonsumsi MBG. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles