Jumat, 22 Mei 2026

BIKIN KAKI TANGAN AS NGERI..! Korut Tegaskan Komitmennya Bekerja Sama Erat Dengan China

SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengirim surat kepada Presiden China Xi Jinping, menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan “kerja sama erat” dengan Beijing sejalan dengan “tuntutan era baru,” media pemerintah melaporkan pada Minggu (24/9).

Kim menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis dalam pesan balasan atas surat Xi sebelumnya yang mengucapkan selamat kepada Korea Utara pada peringatan 75 tahun berdirinya negara tersebut, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kim juga “menyatakan keyakinan bahwa kedua pihak dan kedua negara akan meningkatkan solidaritas dan kerja sama mereka lebih erat dan bahwa hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPRK-Tiongkok akan terus berkembang sesuai dengan tuntutan era baru.”

DPRK adalah nama resmi Korea Utara yang merupakan singkatan dari Republik Demokratik Rakyat Korea.

China secara luas diyakini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap negara tetangganya yang komunis dan miskin, yang telah lama bergantung pada dukungan diplomatik dan bantuan ekonomi China.

Sekutu AS Berang

Sementara itu kepada Bergelora.com si Jakarta dilaporkan dari Seoul, sejumlah diplomat senior sekutu AS dari Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang sepakat mengambil tindakan tegas terhadap kemungkinan ada kesepakatan senjata antara Rusia dan Korea Utara, kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Sabtu (23/9).

Menurut kementerian itu, Menteri Luar Negeri Korsel Park Jin telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menlu Jepang Yoko Kamikawa di New York pada Jumat (22/9) untuk membahas transaksi senjata Rusia dan Korut.

Awal bulan ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tepat ketika ada kekhawatiran yang kian besar mengenai adanya kesepakatan senjata antara kedua negara.

Kim menginginkan kerja sama teknologi militer dengan Rusia untuk membangun satelit mata-mata dan senjata lainnya, sementara Putin berusaha mendapatkan bantuan amunisi dari Korut untuk digunakan di Ukraina.

Para diplomat senior itu menyatakan keprihatinan mendalamnya atas kerja sama militer kedua negara.

Mereka memperingatkan bahwa kesepakatan senjata apa pun yang dilakukan Pyongyang dan Moskow akan melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang juga disetujui oleh Rusia.

Ketiga negara berjanji akan bekerja sama dengan komunitas global dalam menghadapi segala ancaman terhadap keamanan regional yang melanggar resolusi DK PBB. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles