Selasa, 13 Januari 2026

BISA GAK NIH..? Ketua Umum Bara JP: Koalisi Permanen Penting Pastikan Pemerintahan Stabil

JAKARTA- Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay mengatakan, pihaknya mendorong Presiden Prabowo Subianto membentuk koalisi permanen untuk menghindari persaingan internal di dalam kabinet. Hal ini untuk memastikan kabinet semakin solid untuk fokus menyukseskan program strategis pemerintah.

Frans Ansanay mengatakan itu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/12/2025 ketika dihubungi wartawan mengenai wacana yang berlaku permanen.

“Jadi begini, pemerintahan ini memasuki tahun kedua, sehingga butuh kabinet yang solid. Satu komando dan tidak bergerak sendiri-sendiri. Tantangan kita ada di depan mata, terutama dengan berbagai program yang sangat bagus untuk rakyat, sehingga semua pembantu presiden harus fokus, solid dan bersinergi. Ini sangat penting,” tegas Frans dikutip Beegelora.com, Selasa (23/12).

Menurutnya, koalisi permanen sangat penting untuk menciptakan situasi yang stabil dalam jangka menengah dan panjang, sehingga tidak ada gunanya setiap isu strategi memiliki potensi posisi tawar dan meminimalkan tekanan politik kepada pemerintah.

“Kita harus akui dengan sistem presidensial multipartai, presiden sangat membutuhkan dukungan DPR terkait berbagai strategi kebijakan. Dengan koalisi permanen, presiden dan kabinet bisa fokus dengan urusan kepentingan negara dan banyak orang. Ada kenyamanan dan ketenangan presiden dalam menahkodai negara yang besar ini,” tuturnya.

Selain itu, jelas Frans, koalisi permanen akan menekan konflik kepentingan antarpartai dalam konflik, persaingan, tumpang tindih dan sebagainya. Jadi, jika ada permenan, maka kalaupun dilakukan pergantian kabinet itu semata-mata berbasis kinerja, sehingga energi presiden tidak direcoki dengan persaingan dalam internal kabinet, yang kebetulan terjadi di belakang politisi.

“Jujur saja, kami ingin pemerintahan yang solid semakin solid lagi dengan koalisi permanen. Saya tidak bilang sekarang kabinet tidak solid, tapi akan sangat baik untuk kestabilan roda pemerintahan dalam jangka menengah maupun jangka panjang,” tegas Frans.

Frans mengatakan, Presiden Prabowo tidak perlu ragu untuk mengambil sikap tegas terhadap kinerja anggota kabinet yang kinerjanya tidak sesuai harapan.

“Kalau ada koalisi yang permanen, tidak ada ancaman yang politis, toh sudah koalisi jadi permenan ya kalau diganti memang karena kinerjanya bukan lagi soal suka tidak suka atau faktor subjektif lainnya,” tuturnya.

Mengenai kemungkinan perlunya berputar atau menyisir kembali kinerja anggota kabinet, Frans menjelaskan, dengan sendirinya Presiden memiliki rekaman kinerja dan kapanpun kalau memang tidak sesuai harapan sangat mungkin Presiden Prabowo mengganti dan itu hal biasa.

“Pastilah Presiden tahu siapa yang bagus dan siapa yang belum sesuai harapan. Tugas kita bukan meminta si A dan si B diganti, tapi bagaimana pemerintahan berjalan lebih baik lagi di tahun kedua ini. Apalagi, ada bencana dan strategi program yang membutuhkan soliditas dan fokus, karena semua program itu langsung menyentuh rakyat, seperti MBG, koperasi merah putih, pangan, hilirisasi. Kita juga harus memberikan dukungan bantuan, kalua mau kritik ya silakan, tapi tidak dengan kepentingan atau karena kepentingan,” kata Frans.

Jadi, jelas Frans, intinya diatur bukan strategi politik permanen tetapi memang kebutuhan saat ini untuk menjaga stabilitas pemerintahan, sehingga semua anggota kabinet satu komando dan terutama menjamin terlaksananya agenda besar bangsa ini.

“Kalau boleh jujur, saya pribadi khawatir tanpa permanen ada peluang persaingan antar partai, sehingga kabinet tidak maksimal sebagai perluasan gagasan, pikiran dan tindakan kepemimpinan nasional, terutama Presiden Prabowo dalam hal ini,” jelas Frans. (WebWarouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru