Minggu, 12 Juli 2026

BISA GAK NIH..? Media Iran Publikasikan Daftar Tokoh yang Jadi Target Balas Dendam

JAKARTA — Sebuah surat kabar konservatif di Iran, Hamshahri, memicu sorotan setelah memublikasikan daftar tokoh yang disebut bakal menjadi target balas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei .

Diberitakan AFP , dalam daftar itu tercantum para pemimpin Amerika Serikat, Israel, hingga sejumlah negara Eropa.

Dalam surat kabar yang terbit di bawah otoritas di Ibu Kota Iran ini, disajikan sebuah infografik yang berani pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat.

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (12/7) dilaporkan, dalam unggahan itu, Hamshahri menampilkan foto 13 pemimpin asing bersama pernyataan dari Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei.

Ali Khamenei disebut tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, hari pertama perang Timur Tengah meletus.

Sejak itu, Mojtaba Khamenei berulang kali menyuarakan janji pemenuhan. Dalam pesan pertamanya sejak pemakaman ayahnya pekan ini, ia menegaskan balas dendam akan dilakukan.

“Pembalasan balas dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan,” kata Mojtaba pada Sabtu, dilansir AFP .

Ia juga menyebut para ‘penjahat’ yang tercantum dalam daftar itu tidak akan mendapatkan kematian yang tenang di tempat tidur mereka.

Meski begitu, infografik yang diterbitkan Hamshahri tidak menyebut adanya pengesahan resmi dari pemerintah atau kantor pemimpin tertinggi Iran.

Khamenei sendiri sebelumnya mengatakan Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi target, namun tidak mengungkapkan nama-namanya.

Dalam daftar yang dipublikasikan Hamshahri, terdapat nama Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Selain itu, turut dicantumkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Meski begitu, infografik nama-nama pejabat ini tidak muncul di edisi cetak surat kabar tersebut yang terbit pada Minggu (12/7).

Selama perang berlangsung, Iran menuduh negara-negara Eropa gagal mengecam serangan di wilayahnya dan dianggap bersekongkol karena membiarkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka.

Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat di hadapan publik sejak sebelum perang, dan dilaporkan ikut dalam serangan yang menghancurkan ayahnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles