Selasa, 26 Mei 2026

BISA GAK NIH..? Purbaya Targetkan Ekonomi 2026 Dekati 6%, Siap Mundur Jika Gagal

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 6% pada 2026. Target ini disampaikan saat melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, menggantikan Heru Pambudi.

Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan waktu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut sangat terbatas.

“Waktu kita, Pak Robert, enggak banyak. Saya janji ke orang-orang, ke masyarakat pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6%,” ujar Purbaya dikutip Bergelora.com di Jakarta, Senin (30/3)

Ia mengakui target tersebut memiliki konsekuensi besar terhadap posisinya sebagai Menteri Keuangan.

“Kalau akhir tahun enggak tercapai saya dimarahin sama masyarakat, mungkin disuruh mundur,” katanya.

Namun demikian, ia juga menyinggung langkah evaluasi internal jika target tidak tercapai. Pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda.

“Tapi kalau saya sebelum saya mundur saya akan pecat Febrio dulu. Bapak juga, baru saya terakhir,” ujarnya sambil tertawa, merujuk pada Febrio Kacaribu dan jajaran terkait.

Lebih lanjut, Purbaya menugaskan Robert Leonard Marbun untuk memperkuat komunikasi publik Kementerian Keuangan. Ia menilai informasi mengenai kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya terserap utuh oleh masyarakat.

Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi global akibat perang dan tensi geopolitik, ekonomi Indonesia masih mampu menjaga stabilitas. Salah satunya terlihat dari kebijakan pemerintah yang belum perlu memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM), berbeda dengan sejumlah negara lain.

Purbaya menilai kondisi tersebut menjadi kelebihan ekonomi Indonesia, namun belum sepenuhnya diapresiasi publik karena keterbatasan penyampaian informasi.

Selain itu, ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai masih cukup kuat dalam meredam dampak gejolak global.

“Itu belum terpublikasikan dengan baik media kayaknya. Nanti tugas Pak Marbun untuk memastikan itu lebih dipahami masyarakat,” kata Purbaya.

Dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 6% pada 2026, pemerintah menghadapi tantangan menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kinerja fiskal, dan memastikan komunikasi kebijakan berjalan efektif agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Jangan Bikin Rumit: Berani dan Konsisten

Purbaya menekankan pentingnya soliditas tim internal Kemenkeu. Baginya, perbedaan pendapat dalam ruang rapat adalah bumbu yang menyehatkan organisasi demi melahirkan keputusan terbaik. Namun, begitu keputusan diambil, seluruh jajaran wajib berlari dalam satu irama yang sama.

“Kalau di ruang rapat, jangan sama pandangannya. Beda-beda saja biar diskusi ramai. Tapi setelah diputuskan, kita jalankan bareng-bareng. Kerja itu sebenarnya tidak rumit, seringkali kita sendiri yang membuatnya rumit,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tidak antikritik dan berani memperbaiki kebijakan jika ditemukan kekeliruan di tengah jalan. Menurut Purbaya, kunci keberhasilan ekonomi nasional terletak pada keberanian dan konsistensi eksekusi di lapangan.

“Kerjakan, selesaikan. Kalau ada yang tidak benar, perbaiki segera. Kita harus berani dan konsisten. Jika kita konsisten, hasilnya pasti akan kelihatan,” pungkas Purbaya.

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles