Sabtu, 2 Mei 2026

EROPA BERSATU NIH..! Tentara Eropa Mulai Masuk di Greenland, Siap Hadapi Ancaman Trump

JAKARTA – Personel militer dari sejumlah negara Eropa dijadwalkan mulai tiba di Greenland pada Kamis (15/1/2026), menyusul pertemuan antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington yang gagal menyelesaikan perbedaan mendasar terkait pulau Arktik yang kaya mineral tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland.

Trump beralasan wilayah otonom Denmark itu sangat penting bagi keamanan Amerika Serikat.

Penempatan Pasukan Eropa di Nuuk

Perancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia pada Rabu (14/1/2026) mengumumkan akan mengerahkan personel militer sebagai bagian dari misi pengintaian ke ibu kota Greenland, Nuuk.

Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengatakan, kehadiran pasukan NATO di wilayah tersebut akan meningkat.

“Prajurit NATO diperkirakan akan lebih banyak hadir di Greenland mulai hari ini dan dalam beberapa hari ke depan. Diperkirakan akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer,” kata Egede dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa kegiatan tersebut bersifat “pelatihan”.

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengonfirmasi pengerahan tersebut melalui platform X.

“Personel militer Prancis pertama sudah dalam perjalanan. Yang lain akan menyusul,” tulis Macron.

Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan, pengerahan tim pengintaian Bundeswehr yang beranggotakan 13 orang ke Nuuk dilakukan atas undangan Denmark dan akan berlangsung dari Kamis hingga Minggu.

Pertemuan di Washington Pengumuman pengerahan pasukan ini terjadi pada hari yang sama ketika Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Washington. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, usai meninggalkan Gedung Putih, menegaskan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS “sama sekali tidak diperlukan.”

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menguasai Greenland,” ujar Lokke kepada wartawan.

“Karena itu kami masih memiliki perbedaan mendasar, tetapi kami juga sepakat untuk berbeda pendapat,” tambahnya.

Pernyataan Trump dan Kekhawatiran Warga

Donald Trump, yang tidak menghadiri langsung pertemuan tersebut, untuk pertama kalinya terdengar lebih lunak dalam pernyataannya soal Greenland. Ia mengakui kepentingan Denmark, meski kembali menegaskan tidak menutup opsi apa pun.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Denmark, dan kita lihat bagaimana semuanya akan berjalan. Saya pikir sesuatu akan berhasil,” kata Trump tanpa penjelasan lebih lanjut.

Namun, ia kembali menyebut Denmark tidak berdaya jika Rusia atau China ingin menduduki Greenland, seraya menambahkan, “Ada semua yang bisa kami lakukan.”

Di Nuuk, bendera merah-putih Greenland terlihat berkibar di etalase toko, balkon apartemen, serta mobil dan bus, sebagai simbol persatuan nasional.

Meski demikian, sebagian warga mengaku cemas karena wilayah mereka kini menjadi pusat perhatian geopolitik global.

“Ini sangat menakutkan karena ini adalah hal yang sangat besar,” kata Vera Stidsen (51), seorang guru di Nuuk.

“Saya berharap di masa depan kami bisa terus hidup seperti sekarang: dalam damai dan tanpa gangguan,” ujarnya.

Uni Eropa Siap Beking Greenland Hadapi Invasi Trump

Salah satu wilayah di Greenland. (Ist

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Sementara itu,  Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menegaskan bahwa pihaknya memiliki hubungan yang kuat dengan Greenland. Penegasan ini menyusul ancaman aneksasi terhadap wilayah itu oleh Amerika Serikat (AS).

Ursula von der Leyen menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan jika terjadi invasi terhadap Greeland. Meski demikian, ia tak memberikan rincian mengenai bentuk bantuan itu.

“Kami menghormati keinginan dan kepentingan masyarakat setempat dan mereka dapat mengandalkan kami,” ujar von der Leyen, dilansir Kamis (15/1).

Ia juga menekankan bahwa keamanan kawasan tersebut merupakan salah satu topik utama dalam agenda strategis dari Uni Eropa. Stabilitas Greenland menurutnya semakin penting seiring meningkatnya dinamika geopolitik dan kepentingan global dalam kawasan dari Arktik.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk memiliki wilayah dari Greenland. Ia tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer demi meaneksasi wilayah itu.

Trump mengatakan bahwa wilayah tersebut harus dimiliki oleh AS. Menurutnya, jika hal itu tidak tercapai, maka wilayah tersebut akand direbut oleh China atau Rusia. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles