JAKARTA- SAR cari belasan 16 pendaki korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara. Korban terdiri dari 9 orang warga negara Singapura dan 7 orang Indonesia.
Rute perjalanan pencarian SAR dari Pos SAR Tobelo – Desa Mamuya 22.8 Km; Estimasi Waktu ±35 Menit. Desa Mamuya – Lokasi kejadian 11.8 Km ; Estimasi Waktu ± 5 Jam. Total Estimasi Waktu ± 5 Jam 35 Menit.

Sebelumnya telah diterima informasi dari Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang menginformasikan bahwa di lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Gunung Dukono, terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono.
Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi memohon bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban.
Pelaksanaan SAR

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Jumat (8/5) dilaporkan,, pada tanggal 08 Mei 2026 Pkl. 09.10 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Car dan dilanjutkan pendakian menuju lokasi korban. Rute perjalanan pencarian SAR dari Pos SAR Tobelo – Desa Mamuya 22.8 Km; Estimasi Waktu ±35 Menit. Desa Mamuya – Lokasi kejadian 11.8 Km ; Estimasi Waktu ± 5 Jam. Total Estimasi Waktu ± 5 Jam 35 Meni
Rombongan perbantuan terdiri dari Personil Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas Desa Mamuya, BPBD Halmahera Utara dan masyarakat Desa Mamuya. (Calvin G. Eben-Haezer)

