Lebih lanjut, enam armada yang berstatus milik berjenis Airbus A330- 300 yang merupakan salah satu tipe pesawat berbadan lebar (wide body).
Kepada Bergwlora.com dilapprkan, Adapun, 136 pesawat yang disewa dari lessor terdiri dari 10 unit Boeing B777- 300, 3 unit Airbus A330-900, 7 unit Airbus A330-200, 73 unit Boeing B737-800.
Lalu, 1 unit Boeing B737- 8 MAX, 18 unit Bombardier CRJ1000, dan 13 unit ATR 72-600.
Untuk diketahui, tidak semua armada tersebut kini beroperasi. Garuda Indonesia mengkonfirmasi jika jumlah pesawat yang masih terbang hanya 53 unit. Sementara sisanya disebutkan berstatusĀ maintenanceĀ atau grounded.
Dalam penjelasannya, emiten bersandi saham GIAA tersebut mengungkapkan pula ada pesawat yang telah direlokasi.
āPerseroan saat ini terus melakukan upaya negosiasi denganĀ lessorĀ untuk pesawat dengan statusĀ grounded, di mana pendekatan yang ditempuh adalah untuk kembali dapat mengoperasikan atau melakukanĀ early termination/ pengembalian pesawat. Untuk strategi ini tentu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuaiĀ demandĀ layanan penerbangan pada era kenormalan baru sekarang,ā kata manajemen Garuda seperti yang dikutip pada Jumat, 18 Juni.
Kemudian,Ā national flag carrierĀ ini menerangkan siasat perusahaan untuk mendanai keberlangsungan operasional dalam jangka pendek.
āSumber pendanaan kas perseroan untuk mendanai keberlangsungan operasional perseroan dalam jangka pendek bersumber dari pendapatan operasional perseroan. disamping itu, kesepakatan restrukturisasi kewajiban usaha antara perseroan dengan beberapa BUMN dan juga lessor tentunya turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan operasional perseroan dapat terjaga,ā ujar Garuda. (ZKA Warouw)

