Selasa, 23 April 2024

Ini Anatomi Menteri Baru Jokowi

Kolase foto enam menteri baru yang baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo, Selasa (22/12/2020). Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri atas), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (tengah atas), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kanan atas), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri bawah), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah bawah), dan Menteri Kelautan dan Perikanan sakti Wahyu Trenggono (kanan bawah). (Ist)

Christianto Wibisono, penulis buku “Kencan Dinasti Menteng” mengulas enam menteri baru Presiden Jokowi yang harus diketahui masyarakat untuk pembaca Bergelora.com. (Redaksi)

Oleh: Christianto Wibisono

SELASA siang, 22 Desember 2020, Presiden mengumumkan 6 menteri baru, yang sebetulnya hanya 3 pendatang baru. Sebab 3 yang lain adalah mutasi dan atau promosi anggota kabinet. Karena itu, tabulasi NIM (Nomor Induk Menteri) hanya bertambah 3 NIM. Pertama Mensos ke-32, Tri Rismaharini 739, Menparkreaf ke-13, Sandiaga Uno 740 dan Menteri Agama ke 24 Yaqut Cholil Qoumas 741. Sementara Budi G. Sadikin, Wahyu Sakti Trenggono dan Muhamad Lutfi sudah memiliki NIM.

Pertimbangan presiden tetap mempertahankan struktur keterwakilan parpol dan peluang professional non partisan. Walikota Surabaya yang segera mengakhiri masa jabatannya adalah representasi PDIP atas ditahannya Mensos Juliari Batubara oleh KPK.

Begitu juga Sandiaga Uno, jalur Gerindra menggantikan Menteri KKP Edhy Prawobo yang juga ditahan KPK. NU mendapat porsi Menag karena memang deserve to be rewarded, pantas dan layak dihargai oleh Jokowi karena posisi NU menghadapi aksi demo model 212.

Muhamad Lutfi adalah professional yang lincah bermanuver di tengah “ideologi praxis” generasi milenial untuk membentuk networking tehnokrat yang lihai berselancar dengan dinamika politik partisan. Lutfi adalah putra tokoh HMI Angkatan 66, Firdaus Wajdi, hopengnya Sofyan Wanandi waktu demo 1966.

Lutfi juga masuk kelompok Dinasti Menteng karena pernah jadi menantu Menteri Hartarto. Keluarga Hartarto dengan demikian mempunyai 4 kerabat yang jadi menteri. Yaitu Hartarto, Laksamana Sukardi, Muhamad Lutfi dan Airlangga Hartarto.

Seperti diketahui, dari penelusuran buku PDBI, Kencan Dinasti Menteng, total ada 738 sekarang setelah reshuffle jadi 741 menteri karena yang dihitung adalah pendatang baru. Pemain lama yang sudah punya NIM (Nomor Induk Menteri) tidak berubah NIMnya. Dari jumlah itu, 83 kekerabatan yaitu 53 kerabat dengan 5 keluarga menteri kabinet, 1 keluarga dengan 8 menteri kabinet, 6 keluarga degan 3 menteri dan 19 keluarga dengan duet menteri.

Kerabat dengan 8 menteri adalah Bung Karno. Karena status nikah dengan Oetari Tjokroaminoto, maka BK mempunyai hubungan kekerabatan dengan Menhub Abikusno Tjokrosusosp kakak HOS Tjokroaminoto sebagai keponakan terhadap paman.

Begitu juga dengan dua kakak Oetari, Harsono dan Anwar Tjokroaminoto. Kedua orang ini jadi menteri karena memang capable dan didukung PSII dalam masa kabinet parlementer. Kemudian ada 2 orang era Demokrasi Terpimpin, yaitu anak angkat ideologis Bung Karno, AM Hanafi (AM akronim dari Anak Marhaen) yang diangkat jadi Menteri Pengerahan Tenaga Rakyat 1957-1960, lalu Dubes RI di Kuba 1963-1967.

Di saat krisis G30S, menantu ibu Inggit, Asmara Hadi diangkat jadi Wakil Ketua DPR yang setara Menteri Kebinet. Tentu saja yang kasat mata ialah Wapres ke-8 dan Presiden ke-5 Megawati serta Menko, sekarang Ketua DPR Puan Maharani. Rekor ini tidak ada yang menandingi tapi ada 3 kerabat Dinasti Menteng yang memiliki 5 anggota kabinet.

Prof. Sumitro berbesan dengan Presiden ke-2 RI, mengangkat menantu Sumitro jadi Menmud Perdagangan 1988-1993 dan Gubernur Bank Indonesia 1993-1997. Sudrajad diberhentikan karena gagal mencegah krismon 1997 yang merebak dari Thailand.

Pada Maret 1998, Soeharto masih memaksakan mengangkat putrinya mbak Tutut menjadi Menson Kabinet Pembangunan VII yang hanya akan berusia 66 hari karena Soeharto lengser 21 Mei 1998.

Bagaikan Lazarus Politik yang bangkit lagi dari “matisuri politik”, Prabowo Subianto dirangkul oleh Presiden terpilih Jokowi jadi Menhan Kabinet Indonesia Maju. Maka Dinasti Menteng (mantan) besan seolah melestarikan kekuasaan hingga orang berseloroh.

Indonesia tidak perlu repot bikin pemilu memilih DPR capek dan makan biaya. Sebab yang diperlukan adalah Dewan Besan. Karena memang ada banyak contoh perbesanan antara keluarga Menteri dan atau Presiden.

Konkretnya Presiden SBY berbesan dengan Menko Hatta Rajasa. Mantan Ketua MPR 1999-2004, Amien Rais berbesan dengan Ketua MPR 20014-2019 Zulkifli Hasan. Mei 1998 adalah perang saudara dua besan Sumitro Soeharto yang memakan korban rakyat biasa tak berdosa.

Kerabat dengan 5 menteri yang professional dan meritokratis serta tidak diisukan nepotisme karena memang qualified adalah Dr Sudarsono (Mendagri kabinet Syahrir) dan putranya Juwono Sudarsono serta sepupunya yaitu Mochtar Kusumaatmaja dan Sarwono Kusumaatmaja, kakak beradik plus putri Mochtar Armida Alisyahbana.

Keluarga dengan 5 anggota yang justru mengandung konflik ironis dan tragis karena saling mengexitkan satu sama lain. Wahid Hasyim adalah menteri yang wafat dalam kecelakaan lalu lintas. Putranya Gus Dur mandiri dan sukses bermanuver sampai langsung jadi Presiden ke-4 RI 1999-2001.

Satang setelah itu partai yang didirikan oleh Gus Dur justru diakuisisi oleh keponakannya. Maka tiga keponakan Gus Dur berhasil jadi menteri kabinet, sedang 4 putrinya malah belum bisa masuk kabinet. Yenny Wahid pernah jadi staf khusus Presiden SBY ketika insiden Lapindo setelah itu aktivis LSM yang mengglobal sesuai DN ayahandanya yang menerobos ke Israel melawan arus ideologi 212.

6 keluarga dengan 3 Menteri adalah

1. Achmad Subarjo, Syamsudin, BM Diah

2. Ali Sastroamijoyo, Hamdani, Ali Wardhana

3. H Agus Salim, Syamsudin st Makmur, Emil Salim

4. Saifudin Zuhri, Achmad Syaichu, Lukman Hakim Saifudin

5. Achmad Tahir, Agum Gumelar, Linda Amalia

6. Erna Witular, Rachmat Witular, Nafsiah Mboy.

Lalu ada 19 menteri dengan duet ayah anak, suami istri, kakak beradik, paman-ponakan dan besan serta kakek-cucu.

Mereka adalah

1. Bung Hatta – Meutia Hatta,

2. Herling Laoh – Frits Laoh

3. AR Baswedan – Anies Baswedan

4. Maruto Darusman, Marzuki Darusman,

5. Anak Agung Gde Agung Sr – Anak Agung Gde Agung Jr,

6. Djody Gondokusumo – Siswono Yudo Husodo,

7. Sumarno – Rini Sumarno,

8. Hadi Thayeb -Syarif Thayeb,

9. Hartawan Wiryodiprojo – Hartono Wiryodiprojo,

10. Sumantri Brojonegoro- Bambang Brojonegoro

11. Ginanjar Kartasasmita- Agus G Kartasasmita,

12. Try Sutrino – Ryamizard Ryacudu,

13. Susilo Sudarman – Dwi Indroyono Susilo,

14. Syarifudin Baharsyah – Yustika Baharsyah,

15. Quraish Shihab- Alwi Shihab,

16. SBY – Hatta Rajasa,

17. Farid A Moeloek- Nila Moeloek,

18. Theo Sambuaga, – Jerry Sambuaga

19. AA Gde Ngurah Puspa Yoga – Ida Ayu Darmawati

Kekerabatan Dinasti Menteng 83 dari 741 atau 11, 21% masih lebih membuka peluang untuk dinasti baru pendatang dari luar Menteg seperti yang diperlihatkan oleh suksesnya Jokowi merebut tampuk kepresidenan RI dari dinasti Menteng, Prabowo Subianto pada 2 pilpres 2014 dan 2019.

Nantikan acara bedah buku “Dinasti Menteng yang akan diselenggarakan oleh MPR dan PDBI awal Januari 2021 menunggu selesai cetaknya buku Kencan DInasti Menteng dari percetakan.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru