Rabu, 28 Februari 2024

IYA DOOONG…! Kemenkes Dukung Pengembangan Vaksin Nusantara Terawan

Mantan Menteri Kesehatan, mantan Menkes, Dr. Terawan Agus Putranto. (Ist)

JAKARTA- Kementerian Kesehatan RI menyebut tahapan vaksin Nusantara untuk digunakan di Indonesia masih panjang. Pasalnya, masih banyak tahapan sampai akhirnya emergency use of authorization (EUA) bisa diberikan.

 
“Iya pada prinsipnya kami Kementerian Kesehatan adalah pengguna daripada jenis-jenis vaksin yang sudah tentunya lolos uji klinis mulai dari tahap satu, dua, tiga,” beber juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi.
 
“Tapi artinya menurut kami sih masih perjalanan cukup panjang untuk kemudian bisa digunakan dalam program (vaksinasi),” lanjutnya.
 
Meski begitu, Kemenkes mendukung penuh inovasi produk dalam negeri termasuk vaksin Corona lain seperti Vaksin Merah Putih. Nadia mengklaim, Indonesia sebenarnya sudah memiliki nama di dunia pada persoalan suplai vaksin COVID-19.
 
Ditambah lagi, kehadiran vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih, menurutnya memberikan potensi untuk catatan keberhasilan di dunia. Mengapa begitu?
 
“Dan tentunya kalau nanti ada vaksin merah putih, atau ada vaksin nusantara itu merupakan potensi-potensi dimana indonesia itu bisa mencatat keberhasilan di dunia terkait mungkin suplai-suplai vaksin tadi,” pungkas Nadia.
 
Seperti diketahui, vaksin Nusantara sudah menyelesaikan uji klinis tahap I dengan melibatkan 30 relawan. Sementara vaksin Merah Putih, mencakup 7 kandidat vaksin yang dikembangkan oleh berbagai institusi riset, saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan seed atau bibit vaksin.
 
Vaksin Merah Putih berada di bawah naungan konsorsium riset yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, dari 7 institusi pengembang vaksin Merah-Putih, 5 di antaranya berada di bawah perguruan tinggi yakni: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair).
 
Dua pengembang vaksin Merah-Putih lainnya adalah: Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (Web Warouw)
 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru