Jumat, 1 Desember 2023

JANGAN ABAI GAEEZ…! Picu Radang Otot Jantung, Penerima Booster Pfizer dan Moderna Disarankan Hati-hati

JAKARTA- Guna memperkuat antibodi dari vaksin Covid-19 yang mulai melemah, pemerintah memberikan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. Upaya ini dilakukan dengan harapan memberikan proteksi lebih dari varian baru seperti Omicron yang menjadi ancaman di masyarakat.
Ada 5 vaksin yang digunakan sebagai vaksin booster, dengan dua vaksin yang menggunakan teknologi Messenger RNA (mRNA) yaitu Pfizer dan Moderna. Meskipun disebut memiliki efikasi tinggi, tapi kedua vaksin tersebut juga memberikan risiko pada tubuh.

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, menganjurkan para penerima vaksin Pfizer dan Moderna untuk tidak berolahraga setelah divaksinasi. Lantaran ada risiko pada jantung setelah mendapatkan kedua vaksin tersebut.

“Khusus bagi semua penerima vaksin Pfizer dan Moderna (primer atau booster) dianjurkan untuk tidak berolahraga (intensitas sedang hingga berat) hingga 7 hari pascavaksinasi,” papar dr Dirga dalam unggahan Instagram pribadinya, @dirgarambe.

Ada alasan khusus mengapa rekomendasi tersebut keluar. Menurut dr Dirga, hal itu berkaitan dengan risiko miokarditis.

“Tujuannya untuk mengurangi risiko miokarditis atau radang otot jantung,” ungkapnya.

Meski ada risiko miokarditis, dr Dirga menegaskan bahwa angka kejadiannya sangatlah jarang dan hampir semua bersifat ringan, serta sembuh total dalam waktu singkat. “Artinya, manfaat vaksinasi yang menyelamatkan nyawa jauh lebih besar,” tambah dr Dirga.

Sebagai tambahan, laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan beberapa gejala miokarditis yang perlu Anda waspadai. Apa saja?

1. Nyeri dada

2. Sesak napas

3. Detak jantung terasa lebih cepat atau berdebar

Jika gejala tersebut muncul, disarankan untuk cari perawatan medis segera.

Beberapa Kasus

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, beberapa studi dilaporkan terkait miokarditis dan perikarditis setelah vaksin COVID-19 mRNA.

Studi Diaz dan kawan-kawan pada 40 rumah sakit di Washington, Oregon, Montana, and Los Angeles County, California, dari sekitar lebih dari 2 juta individu yang mendapatkan vaksin Pfizer atau moderna, dilaporkan 20 orang mengalami miokarditis dan 37 orang mengalami perikarditis.

Studi Montgomery dan kawan-kawan pada juni 2021 lalu ditemukan dari total 2,8 juta dosis vaksinasi pada personel militer di departemen pertahanan Amerika Serikat, dilaporkan 23 orang mengalami miokarditis.

Dari Kanada dilapotkan Data Kementerian Kesehatan di Kanada hingga 9 Juli 2021 menyebutkan dari total lebih dari 41 juta dosis vaksin COVID-19 yang telah disuntikkan, dilaporkan 163 pasien mengalami miokarditis dan/atau perikarditis. Mereka adalah 111 pasien pasca vaksin Pfizer dan 40 pasien pasca vaksin Moderna.

Data EMA (European Medicines Agency) sampai 31 Mei 2021, dari sekitar 177 juta dosis vaksin Pfizer dan 20 juta dosis vaksin Moderna yang telah diberikan di European Economic Area (EEA), dilaporkan miokarditis sebanyak 145 kasus pasca vaksin Pfizer dan 19 kasus pasca vaksin Moderna.

Sementara itu dari Amerika Serikat dilaporkan data Centers For Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan angka kejadian miokarditis atau perikarditis sebesar 12,6 kasus/juta dosis, setelah dosis kedua vaksin mRNA, di antara individu usia 12−39 tahun, pada 21 hari setelah penyuntikan. (Web Warouw)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru