Sabtu, 1 Oktober 2022

JANGAN TERLAMBAT..! Dr. Kurtubi Sebut Jokowi Punya Power Cegah Perang Nuklir: Deklarasikan ‘Go Nuclear For Peace’ KTT G20

JAKARTA- Indonesia punya power untuk mencegah perang nuklir terjadi di Ukraina. Sebagai Presidensi KTT G20, Presiden Jokowi perlu mendeklarasikan Go Nuclear For Peace” KTT G20 Di Bali untuk mencegah penggunaan senjata nuklir dalam perang di Ukraina. Lebih tepat nuklir dipakai untuk mensejahterahkan umat manusian. Hal ini disampaikan Dr. Kurtubi, pakar energi, Ketua Kaukus Parlemen 2014-2019 lalu kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (22/9).

“Sangatlah tepat jika Presiden Jokowi selaku Ketua Presidensi G20, didalam KTT G20 di Bali nanti, mendeklarasikan “GO NUCLEAR FOR PEACE”. Sekaligus meminta pihak-pihak bersengketa di Ukraina untuk menghindari penggunaan senjata nuklir yang dapat menghancurkan umat manusia,” tegasnya.

Menurut Kurtubi, lebih baik teknologi nuklir dipakai untuk mensejahterakan umat manusia sekaligus untuk memitigasi perubahan iklim yang disebabkan oleh kenaikan suhu bumi akibat emisi karbon.

“Dengan memperbanyak pembangunan dan pemakaian teknologi nuklir untuk PLTN di seluruh dunia. termasuk di negara-negara sedang berkembang,” tegasnya.

Hal ini menurutnya juga berarti terbuka kesempatan bagi investor bisnis nuklir dari negara-negara G20 untuk berinvestasi nuklir membangun PLTN di negara-negara yang belum punya PLTN, terutama di negara-negara sedang berkembang.

“Kita ketahui bahwa sebagian besar anggota G20, yaitu 17 dari 20 anggota, sudah membangun dan memanfaatkan PLTN. Telah terbukti PLTN memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya,” jelasnya.

Tenaga nuklir menurutnya telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi, income percapita yang tinggi karena memanfaatkan energi non-intermitten yang bersih bebas emisi karbon.

“Untuk itu Indonesia perlu mendesak kepada negara-negara industri maju anggota G20 untuk berinvestasi dibidang bisnis energi nuklir yang saling menguntungkan dengan membangun PLTN guna mensejahterakan umat manusia.

“Bukan untuk memusnahkan umat manusia,” tegasnya.

Sebelumnya, eskalasi perang di Ukraina bisa berkembang menjadi semakin dahsyat dan sangat nengerikan. Karena Presiden Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina. Hal ini kemudian menjadi perdebatan di Sidang Umum PBB di New York. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,609PengikutMengikuti
998PelangganBerlangganan

Terbaru