Sabtu, 18 Mei 2024

Jelang Lebaran 20 Orang Relawan Dipukul Dalmas

SURABAYA- Sebanyak 40 orang relawan yang berjaga di posko kompleks perumahan Dolly, Surabaya harus menghadapi kekerasan 1.000 orang petugas keamanan Pemerintah Kota Surabaya, Minggu (27/7) Siang menjelang Idhul Fitri.

 

“Mereka itu ada di posko jadi bukan perusuh, ada 20 orang yg dipukuli Dalmas. Ini bentuk pelanggaran HAM,” ujar relawan, Drg. David Andreasmito kepadaBergelora.com di Surabaya, Minggu (27/7)

Ia juga menjelaskan Dinas Sosial Kota Surabaya juga menyemprot api dengan pemadam yang dicampuri sesuatu mirip gas air mata. Masyarakat gak sampai 40 orang kok dihajar 1.000 pasukan,” ujarnya.

Dokter David memprotes pemukulan yang dilakukan pada masyakat yang sedang berpuasa.

“Mereka itu lagi puasa.
Wajar kalau orang dibunuh mata pencariannya jadi marah. Sejak awal sudah disiapkan semua awak media oleh pemkot yang akan menggusur masyarakat yang tinggal di Dolly,” jelasnya.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah melindungi rakyatnya, memastikan matapencarian dan menjamin kesejahteraan rakyat.

“Saya nggak ngerti itu Dosa apa tidak saat kita ikut berperan merampas mata pencarian orang ditempat seperti Dolly. Walikota memanfaatkan hal ini untuk 2015, terus terang memang ampuh. Kalau saya hanya melihat aspek sosial, makanya saya jadi relawan,” ujarnya.

Menurutnya, kalau rakyat diberikan pekerjaan yang layak maka, tidak akan ada pekerja seksual seperti di Dolly.

“Harusnya sejahterakan mereka dulu. Kasih jalan keluar yang baik, nanti kan tutup sendiri karena PSK bukan orang sana. Mohon kearifan dalam menjalankan Tugas. Kita bukan Tuhan saat jadi pejabat. Tutup mata kita, tapi buka mata hati,” tegasnya. 

Menurutnya orang yang bekerja di Dolly hanya dampak dari sistim yang gagal memberikan lapangan pekerjaan.

“Masyarakat terdampak itu wong cilik, mereka butuh nafkah. Ayo sama sama cari jalan keluar buat mereka, jangan bunuh mata pencariannya
Pemerintah jangan tidak manusiawi,” ujarnya.

Dokter David menanyakan apakah berdosa kalau penjual nasi goreng menjual makanannnya kepada PSK ? Apa dosa abang becak mengantar PSK belanja?

“Apakah dosa kalau kita jadi tukang parkir di lokalisasi buat menghidupi anak-anak kita? Mohon kepada Pemkot untuk berbuat bijak pada masyarakat terdampak di Dolly. Beri mereka jalan keluar yg baik. Selama ini mereka hanya diberi janji. Masyarakat kecil jangan dijadikan alat politik,” tegasnya. (Tiara Hidup)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru