Senin, 20 Mei 2024

Jangan Konsumsi obat Flu Saat Berkendaraan Mudik

JAKARTA- Menjelang Hari Raya Idhul Fitri terjadi peningkatan arus mudik. Sudah banyak disampaikan tips bagaimana mudik dapat berjalan baik. Kali ini 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama lewat Bergelora.comdi Jakarta, Minggu (27/7)mengingatkan agar jangan mengkonsumsi obat flu, batuk dan pilek saat menyetir kendaraan baik mobil maupun motor.

 

“sebagian besar obat flu menyebabkan rasa kantuk, atau setidaknya membuat refleks jadi tidak maksimal. Hal ini tentu bisa jadi berbahaya bila menyetir mobil atau mengemudi sepeda motor,” jelasnya.

Dibawah ini Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama khusus ingin sampaikan 8 tips Mudik dan hubungannya dengan obat yang dikonsumsi.

1. Kebetulan sekarang sedang banyak pasien dengan keluhan demam, batuk‎, pilek dan lainnya. Karena itu, cukup banyak dari kita yang hari-hari ini sedang minum obat flu dalam berbagai jenis dan mereknya. Ingatlah, sebagian besar obat flu menyebabkan rasa kantuk, atau setidaknya membuat refleks jadi tidak maksimal. Hal ini tentu bisa jadi berbahaya bila menyetir mobil atau mengemudi sepeda motor. Yang benar adalah sebaiknya jangan menyetir mobil atau mengemudi sepeda motor bila anda minum obat flu yang dapat menyebabkan kantuk.

2. Penyakit sejenis flu sendiri juga mengakibatkan tubuh jadi lesu. Karena itu, sebaiknya kalau sakit dan lesu jangan menyetir atau mengemudi sepeda motor

3. Banyak diantara pemudik yang makan obat rutin untuk penyakitnya, misalnya darah tinggi, Diabetet Militus (sakit gula), dan lainnya. Ingatlah bahwa obat rutin itu memang harus dimakan rutin sesuai jadwalnya, karena itu antisipasi kemungkinan macet berjam-jam di jalan dengan selalu membawa obat rutin yang biasa diminum.

4. Vitamin mungkin diperlukan, walau dengan makan bergizi maka kebutuhan vitamin juga dapat dicukupi. Kecuali bika keadaan umum sedang turun.

5. Obat “penambah tenaga” tidak selalu berakibat baik, demikian juga dengan minuman-minuman tertentu yang banyak beredar. Sebaiknya gunakan “isyarat tubuh”, yaitu bila lelah agar beristirahat. Ingat, keselamatan berkendaraan adalah yang paling utama

6. Bila mudik bersama anak-anak, selalulah bawa obat yang anak-anak kita perlu konsumsi pada keadaan tertentu, misalnya demam, mencret dan lainnya. 

7. Bawa juga obat-obatan persediaan penghilang gejala yang lain, seperti obat mual, gangguan lambung, sakit perut, sakit kepala dan lainnya. Hanya juga harus diingat bahwa obat anti mual juga dapat menyebabkan kantuk, sehingga berbahaya bila mengemudi.

8. Jangan lupa bawa kotak P3K (plester, pencuci luka, verband dan lainnya), untuk persiapan, mudah-mudahan tidak digunakan.
     
Untuk semua hal diatas, tentu sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan sebelum berangkat. Juga manfaatkanlah petugas kesehatan yang ada di Pos Kesehatan Mudik sepanjang jalan.‎ Juga harus diingat untuk menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi selama mudik, jangan sampai makanan yang tidak higienis sehingga menimbulkan gangguan pencernaan. Juga, sebenarnya tidak terlalu baik kalau Jumat pulang kerja (masih dalam keadaan lelah) dan langsung nyetir mobil atau mengemudi motor ber jam-jam ke kantor, malam hari pula. Pada dasarnya sebaiknya mengemudi dalam keadaan segar, fit dan bugar!!!
    
Selamat mudik dengan sehat, bila perlu dengan bekal obat yang sesuai dan perilaku yang tepat‎. Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru