Minggu, 14 Juli 2024

Jokowi Bentuk Kabinet CEO

JAKARTA- Kabinet Kerja yang barusan dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai kabinet CEO ( Chief Executive Officer) yaitu yang terdiri dari jajaran pimpinan eksekutif perusahaan bisnis besar. Serikat Tani Nasional (STN) mengkuatirkan kabinet ini justru bukan untuk melayani kepentingan rakyat dan negera tetapi justru untuk melayani kepentingan bisnis masing-masing menteri.

 

“Ini kabinet CEO. Kenapa disebut demikian karena jika dilihat dari komposisinya rata-rata memang diisi oleh para pembisnis handal yang memiliki banyak perusahaan-perusahaan bisnis. Mulai dari dari Rahmat Gobel sampai Susi Pudjiastuti,” demikian pimpinan STN, Binbin Firman Tresnadi kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (27/10).

Ia mempertanyakan Presiden Jokowi apakah tidak mengetahui atau pura-pura lupa terhadap track record beberapa orang menteri yang terlibat dengan penjualan aset-aset negara.

“Sungguh tepat Pak Jokowi menamai ini kabinet kerja. Persoalannya mereka akan kerja buat siapa? Kecenderungan dari komposisi menteri merupakan aktor-aktor utama liberalisme seperti Sofian Jalil, Rini Soemarno yang  telah terbukti membuka kran impor dan penjualan aset-aset negara,” ujarnya.

Dengan komposisi seperti ini menurutnya tentu saja target Presiden Jokowi untuk menutup defisit anggaran yang menjadi problem utama negara saat ini akan bisa diatasi, akan tetapi tentunya bukan dengan meningkatkan produktivitas nasional.

“Pasti yang akan dilakukan adalah dengan cara penarikan subsidi, penjualan asset yang dianggap tidak produktif dan meningkatkan beban pajak dan iuran dari masyarakat seperti pengelolaan bisnis mereka selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, sepertinya Jokowi mengabaikan atau malahan tidak tahu bahwa mengelola negara sangat jauh berbeda tujuan dengan mengelola perusahaan bisnis.

“Pengelolaan negara lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat sedangkan pengelolaan bisnis adalah mengeruk keuntungan. Jokowi lebih memilih jalan kedua, yaitu mengeruk keuntungan,” ujarnya.

Dengan komposisi kabinet seperti sekaran menurutnya bisa jadi kas negara akan bertambah dan negera menjadi kaya akan tetapi dengan mengorbankan mayoritas rakyatnya yang semakin menderita.

Menurutnya, Jokowi seharusnya tidak mempermainkan kepercayaan dan harapan rakyat yang sangat tinggi pada dirinya sehingga terpilih menjadi Presiden.

“Karena yang terjadi ratusan juta rakyat dan relawan sudah mati-matian mendukung dengan harapan perbaikan kesejahteraan, tapi yang akan memetik keuntungan justru hanya segelintir elit politisi, kapitalis dan birokrat serta imperialisme yang memang sistemik mencengkram leher rakyat penguasa Indonesia,” tegasnya

Namun menurutnya, ini pendidikan politik yang baik bagi rakyat Indonesia yang telah memilih secara langsung presidennya atas nama demi demokrasi.

“Padahal demokrasi yang berlangsung saat ini hanyalah demokrasi liberal yang anti rakyat dan akan memperpanjang penderitaan rakyat (Tiara Hidup)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru