Senin, 1 Juni 2026

KEMENTERIAN HAJI NGAPAIN AJA..? Hanania Travel Cari Investor Usai Ribuan Jemaah Gagal Berangkat

JAKARTA – Direktur Utama PT Hanania (Hanania Travel), Ahmad Syah Farhan, mengaku pihaknya tengah mencari investor untuk menyelesaikan kewajiban kepada ribuan calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci.

Pernyataan itu disampaikan Farhan saat menemui dan melakukan mediasi dengan ratusan calon jemaah di kantor pusat Hanania Travel di gedung perkantoran Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).

Farhan mengatakan, saat ini perusahaan juga berupaya mencairkan bantuan aset dari relasi untuk dijadikan modal penyelesaian kewajiban kepada para jemaah.

“Dan untuk memulai ini juga kami alhamdulillah mendapat support dari rekan dalam bentuk aset yang mana itu akan kami jadikan modal utama. Dan hari ini sedang dalam proses dan progres pengajuan dan pencairan, baik dari bank maupun dari personal,” ujar Farhan, dikutip Jumat (29/5/2026).

Ia mengeklaim kehadirannya di hadapan para calon jemaah merupakan bentuk iktikad baik dan bukti bahwa dirinya tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Farhan juga menawarkan dua opsi penyelesaian kepada para jemaah, yakni penjadwalan ulang keberangkatan secara bertahap selama enam bulan ke depan dengan penyesuaian biaya, atau pengembalian dana (refund) yang dicicil hingga maksimal dua tahun.

“Yang pertama opsinya adalah dari kami kepada Bapak/Ibu menjadwalkan ulang dengan memberangkatkan secara berkala selama enam bulan ke depan dengan penyesuaian harga,” kata Farhan.

Menurut dia, penyesuaian biaya dilakukan karena Hanania Travel akan menggunakan sistem Joint Operation dengan menggandeng agen travel lain untuk memberangkatkan jemaah.

Selain itu, terdapat kenaikan biaya akibat faktor eksternal, termasuk harga avtur pesawat.

“Sehingga nanti mereka (travel lain) yang memberangkatkan. Dan dikarenakan ada penyesuaian dari faktor eksternal terkait avtur dan lain-lain, maka Bapak/Ibu yang ingin mengambil opsi ini akan ada penyesuaian harga,” tutur dia.

Namun, tawaran tersebut tidak mendapat respons positif dari para calon jemaah. Situasi justru memanas ketika Farhan menawarkan refund yang dicicil hingga dua tahun.

“Yang ingin memilih refund, kami menawarkan refund dengan kompensasi hingga maksimal dua tahun,” ucap Farhan.

Mendengar tawaran itu, sejumlah calon jemaah langsung menolak. “Huu, enggak mungkin!” teriak para calon jemaah.

Farhan pun mengaku siap menerima konsekuensi atas kegagalan perusahaan memberangkatkan ribuan jemaah umrah.

“Saya pribadi insya Allah akan siap bahkan dengan segala konsekuensi terberat sekalipun. Atas ketidaknyamanan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya,” tutup Farhan.

Meski diwarnai janji pencairan aset dan pencarian investor, para korban tetap memilih menempuh jalur hukum.

Mereka membawa Farhan ke Polda Metro Jaya untuk diproses atas dugaan penipuan dan penggelapan dengan total kerugian mencapai Rp 60 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Travel.

“Benar, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang diduga melibatkan pihak Hanania Travel pada tanggal 28 Mei 2026,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles