BATAM- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kepulauan Riau mulai bersiap berorientasi ekspor. Untuk itu selain permodalan dan akses jaringan pasar, yang tidak kalah pentingnya itu kendala untuk memajukan para pelaku UMKM salah satunya adalah kualitas SDM para pengusaha kecil ini yang sangat minim ilmu-ilmu bisnis. Lembaga Pendidikan Entrepreneur College (LPEC) Jakarta merintis pelatihan dan pendidikan bagi para pengusaha kecil dan menengah di Kepulauan Riau.
Direktur Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta A. Khoerussalim Ikhs., kepada Bergelora.com menjelaskan, saat ini banyak pengusaha kecil paham ilmu bisnis sebatas jualan dan atau sekedar bisa memproduksi barang dagangan.
“Padahal di dalam bisnis yang tidak kalah pentingnya adalah soal bagaimana manajemen pengelolaan ini diselenggarakan, soal kemampuan leadership untuk memimpin tim bisnis, soal teknik dan tata cara berinvestasi dan sebagainya,” tegasnya.
Para pengusaha kecil di Kepulauan Riau bersyukur bisa mengikuti Pelatihan yang diadakan Lembaga Pendidikan Entrepreneur College (LPEC) Jakarta. Menurut mereka pelatihan ini telah memberikan solusi atas berbagai masalah yang kini dihadapi.
Ibu Jumiati, pengusaha dodol menyampaikan selama mengikuti pelatihan ini dirinya banyak mendapatkan ilmu dan motivasi.
“Jadi pelatihan ini bukan hanya sekedar teori saja tetapi yang paling penting adalah semangat karena saya mendapatkan solusi dari masalah dan kendala usaha yang selama ini dihadapi,” katanya.
Lain lagi kata ibu Ninik Susanti, pengusaha kripik dengan merek ‘Aneka Snack Tsabitha’, yang sudah gigih berbisnis sejak muda ini.
“Walaupun hanya dua hari tetapi pelatihan ini menjadi motivasi untuk terus maju membangun usaha saya supaya lebih baik dan besar. Pelatihan ini telah memberikan strategi berbisnis agar kami menjadi pengusaha yang tangguh,” ujarnya.
Ibu Suci Rachmawati mengatakan pelatihan ini membuat dirinya menemukan jati diri sebenarnya dirinya lebih passion sebagai penjual, bukan produsen suatu produk.
“Karena saya sadar bahwa saya memang senang menjual dari pada memproduksi. Di pelatihan ini saya senang karena ketemu banyak pengusaha-pengusaha sukses di Batam. Di sini saya banyak belajar dengan sesama pengusaha. Pelatihan ini mengajari betul bagaimana menghargai waktu.” kata pengusaha sambal dalam kemasan ‘Umi Andut’ disela-sela pelatihan yang dilangsungkan di Hotel Beverly. Batam itu.

Ibu Helly Afrelia juga bertutur bahwa lewat pelatihan ini dirinya mendapatkan pengetahuan tentang kewirausahaan dengan sangat gamblang dan inspiratif.
“Karena cara menyampaikan materi yang jelas, sehingga gampang dicerna. Saya pasti bisa langsung menerapkan ilmu-ilmu bisnis yang saya terima di pelatihan ini karena materinya simple dan mudah diaplikasikan,” katanya.
Ia berharap seminar atau pelatihan seperti ini sering dilakukan kepada para pengusaha industri kecil di Kepulauan Riau.
“Agar semangat bisnis terus berkobar dan kualitas SDM pengusaha kecil di Kepulauan Riau semakin bagus, tambah pemilik bisnis snack and crispy ‘Babana’.
Direktur Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta A. Khoerussalim Ikhs., yang mengadakan pelatihan tersebut berharap para peserta pelatihan untuk sukses di bidang bisnisnya masing-masing.
“Untuk itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kepulauan Riau perlu terus mengupayakan pelatihan-palatihan sejenis. Agar para pelaku industri kecil menengah, bisa berorientasi eksport,” ujarnya.
Ia berharap kerjasama Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta dengan Dinas Perindustrian Provinsi Kepulauan Riau terus bisa berlangsung. Karena para pelaku usaha kecil itu membutuhkan pendampingan dan konsultasi.
“Perkembangan bisnis demikian pesat. Inovasi dan strategi bisnis harus lebih kreatif tidak boleh mati. Agar industri kecil dan menengah di tanah air bisa segera tumbuh dan berkembang mengikuti pasar yang terus berubah,” kata Khoerussalim.

Orientasi Ekspor
Menyambut hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Burhanudin ST, MSi, mengatakan bahwa pelathian rutin dibutuhkan untuk para pelaku bisnis industri kecil di Provinsi Kepulauan Riau agar menambah wawasan ilmu bisnisnya.
“Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta memperoleh strategi-strategi bisnisnya yang tepat Bisa mendapat solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. Syukur-syukur bisa berorientasi eksport mengingat kita dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.
Pelatihan Kewirausahaan dan Promosi sebagai upaya pengembangan IKM (Industri Kecil Menengah) kerjasama antara Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kepulauan Riau ini dilangsungkan dari 28-30 Nopember 2019 di Hotel Beverly Batam. Peserta datang dari antar pulau dan antar kota-Kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau dengan bisnis mereka yang sangat beragam jenisnya.
Peserta senang dan puas dengan suasana pelatihan yang segar, riang dan penuh semangat walaupun materinya cukup berbobot dan berat. Karena para mentor dan instruktur menyampaikannya dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pengusaha kecil yang tingkat pendidikannya rendah.
Walau sampai larut malam mereka tetap semangat mengikutinya hingga selesai tanpa berkurang satu pun. Ini membuktikan bahwa ilmu-ilmu dan motivasi yang disampaikan selama pelatihan sangat diperlukan oleh para peserta. (Patar Sianipar)

