Minggu, 14 Desember 2025

KEREN PIDATO LENGKAPNYA..! Gibran: Dunia Tidak Boleh Menormalisasikan Penderitaan Manusia

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menegaskan dunia tidak boleh membiarkan, apalagi menormalisasikan penderitaan manusia. Hal ini disampaikan Gibran dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025).

Ini merupakan forum internasional perdana Gibran setelah menjadi Wakil Presiden Indonesia.

“Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah, menjadi normal baru,” kata Gibran, saat berpidato dalam bahasa Inggris, dilaporkan Bergelora.com di Jakarta, Minggu (23/11).

Gibran mengatakan, bencana yang terjadi di dunia saat ini bukan hanya bencana alam. Menurut dia, ada banyak bencana yang merupakan dampak dari tindakan manusia.

Ia mencontohkan konflik di Gaza, Ukraina, Sudan, serta berbagai wilayah lainnya.

“Di mana konflik telah meruntuhkan rumah-rumah, merampas harapan dan mata pencaharian masyarakat. Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di pemerintahan global,” tutur dia.

Gibran menyebut, negara G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dan memberikan contoh.

“Memastikan bahwa pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama, mendorong harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua,” ujar Gibran.

Pidato Lengkap Gibran di KTT G20

Berikut pidato lengkap Gibran pada sesi kedua KTT G20:

Yang Mulia, Presiden Ramaphosa. Yang Mulia, para pemimpin negara-negara G20. Di berbagai belahan dunia, krisis semakin intensif. Solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas dibutuhkan untuk mengatasinya. Indonesia mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan dalam memajukan ketahanan energi, air, dan pangan.

Bagi Indonesia, ketahanan pangan bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan kebutuhan mendasar bagi rakyat kita. Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis. Hal ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang.

Di sisi lain, sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik, Indonesia menghadapi lebih dari 3.000 bencana setiap tahun, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi.

Bagi Indonesia, ketahanan bukanlah slogan, melainkan kenyataan sehari-hari. Berangkat dari pengalaman-pengalaman ini, Indonesia mempromosikan konsep ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka kerja yang memungkinkan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan berjalan selaras.

Yang Mulia! Bencana yang terjadi saat ini bukan hanya bencana alam, banyak di antaranya merupakan akibat dari tindakan manusia. Kita melihat hal ini di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel serta banyak wilayah lainnya, di mana konflik telah meruntuhkan rumah-rumah, merampas harapan dan mata pencaharian masyarakat. 

Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di jantung tata kelola global. Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah, menjadi normal baru.

Sebagai forum yang mewakili 85 persen PDB dunia, G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberi contoh, memastikan bahwa pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama, mendorong harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru