Sabtu, 13 Desember 2025

AKIBAT GURUNYA ABAI..! Murid SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Akibat Bullying

JAKARTA – Seorang murid kelas VI SDN 108 Kelurahan Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, MAR, meninggal dunia pada Minggu (23/11/2025) diduga akibat tindakan bullying yang dialaminya di sekolah. Pihak keluarga telah menunjuk kuasa hukum dari Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau untuk mengusut kasus ini secara hukum.

“Awalnya keluarga korban tidak ingin mengangkat persoalan ini, apalagi sampai menunjuk kuasa hukum,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Suroto.

Namun, setelah mendapatkan masukan bahwa kejadian ini perlu diangkat untuk evaluasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru, pihak keluarga akhirnya bersedia untuk melanjutkan proses hukum.

Suroto menegaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan hukum tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi di sekolah-sekolah di Pekanbaru maupun di Riau,” tambahnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, kejadian bullying terhadap korban dilaporkan terjadi pada Kamis (13/11/2025) ketika korban dan teman-temannya sedang belajar kelompok di dalam kelas.

Tiba-tiba, salah satu murid berinisial FT menendang kepala korban.

Murid lain berinisial ARK melaporkan kejadian tersebut kepada wali kelas, namun wali kelas hanya menyuruh untuk menunggu.

Sepulang sekolah, Muhammad menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya dengan penuh tangisan, mengungkapkan bahwa ia tidak ingin kembali ke sekolah akibat bullying yang dialaminya.

“Korban bercerita sambil menangis. Dia tidak mau sekolah lagi akibat bully tersebut,” kata Suroto.

Kondisi kesehatan korban semakin memburuk keesokan harinya, diduga mengalami lumpuh otak. Korban mengungkapkan bahwa kepalanya ditendang oleh FT.

Karena keterbatasan biaya, keluarganya membawa korban ke pengobatan alternatif, namun pihak pengobatan menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit.

“Korban kemudian dibawa ke puskesmas. Tetapi, saat itu hari Sabtu puskesmas tutup, akhirnya korban dirawat di rumah,” jelas Suroto.

Namun, kondisi korban semakin parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Suroto juga mengungkapkan bahwa pada Oktober 2025, korban sering dibully oleh teman sekelas lainnya yang berinisial SM, yang sering memukul dadanya.

Akibat bullying tersebut, korban sempat dirawat selama satu minggu di rumah sakit di Pekanbaru.

“Terhadap peristiwa tersebut, pihak sekolah telah memanggil orangtua pelaku dan orangtua korban. Orangtua pelaku meminta maaf kepada orangtua korban,” kata Suroto.

Suroto menambahkan, Muhammad dikenal sebagai anak yang baik dan rajin shalat berjemaah di masjid dekat rumahnya.

“Beberapa warga bahkan menyebut korban sebagai anak masjid. Jadi, kepergian korban tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarganya, tetapi juga bagi warga,” tutup Suroto. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru