Senin, 24 Juni 2024

Kesempatan Indonesia Timur Pimpin HIPMI

 

Oleh: Jimmy Robert Tindi*

JAKARTA- Indonesia timur sebagai wilayah prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional di masa depan sangat erat hubungannya dengan kepentingan pengembangan modal internasional dimasa depan. Berbagai rencana pembangunan dari infrastruktur, maritim, perkebunan dan pertambangan akan menjadi pendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya di daerah. Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintahan Joko Widodo untuk mengembangkan sektor maritim yang tidak terlepas dengan strategi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang memang menitik beratkan pada eksplorasi sumber daya alam di Indonesia Timur.

 

Tentu saja pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan yang luas dan masif dari segenap kekuatan nasional untuk bisa memanfaatkan MEA bagi kesejahteraan rakyat di daerah khususnya Indonesia Timur. Disektor usaha, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan sangat memegang peranan yang strategis bagi pembangunan ekonomi nasional dimasa depan. Selain melanjutkan dan menggantikan kepemimpinan pengusaha-pengusaha senior terdahulu, para pemuda pengusaha harus mampu berdiri di depan memimpin pembangunan daerah-daerah yang menjadi prioritas pemerintah dan kepentingan kapital global di dalam MEA.

Sudah waktunya bagi para pemuda pengusaha yang tergabung dalam HIPMI untuk tidak berdiri sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan dan kesempatan di era MEA.  Untuk itu, Musyawarah Nasional (Munas) XV HIPMI,  yang akan segera berlangsung, 11-13 Januari 2015 harus memiliki wawasan nasional dan patriotik untuk menyusun program-program yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi rakyat di daerah khususnya di Indonesia Timur. Munas itu sendiri harus bisa memilih kepemimpinan HIPMI yang baru Periode 2015-2018 kuat dan berpengalaman sehingga mampu berdampingan dengan kepentingan pemerintah dan ekspansi modal di seluruh daerah khususnya Indonesia Timur.

Tantangan HIPMI ke depan adalah, sebagai kekuatan pemuda pengusaha, HIPMI berada di barisan terdepan untuk menghadapi era baru, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, untuk menggantikan konglomerasi terdahulu. Tugas HIPMI dimasa depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi rakyat di daerah khususnya di Indonesia Timur.

Saat ini ada tiga calon Ketua Umum HIPMI yang akan bertarung pada Munas di Bandung nanti. Mereka adalah Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat sebagai, Ketua Bidang Infrastruktur Dan Properti Di Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Bahlil juga pernah memimpin HIPMI di Papua. Calon ketua umum yang kedua adalah Bayu Priawan Djokosoetono yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI. Calon yang lain adalah Andhika Anindyaguna yang saat ini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal, BPP HPMI.

Pooling Kandidat

Sebuah laporan dari www.suarapengusaha.com menyebutkan akhir Desember lalu, kandidat Bahlil Lahadalia melejit memimpin pada pooling calon Ketua Umum HIPMI dibanding kedua calon lainnya. Dari total 1.304 suara, Bahlil memimpin di angka 671 suara (51%), Bayu 412 suara (32%), dan Bagoes 221 suara (17%). Pooling ini merupakan rangkaian agenda HIPMI menjelang Musyawarah Nasional XV HIPMI. Dari pooling ini menunjukkan kesadaran dan ketepatan pemuda-pemuda pengusaha dalam melihat orientasi ekonomi politik masa depan yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Sehingga sudah selayaknya memilih pimpinan yang sudah berpengalaman di wilayah itu sebagai penggerak ekonomi nasional ke depan.

Sementara itu, kandidat Bayu Priawan Djokosoetono yang berasal dari ibukota masih diragukan kemampuannya memimpin karena belum pernah memimpin di tingkatan daerah. Walaupun saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) HIPMI, belum tentu Bayu mengusai medan usaha di Indonesia Timur.  Tentu tidak mudah bagi seorang pengusaha yang terbiasa dengan berbagai fasilitas dan kemudahan di ibukota untuk mengarahkan HIPMI mengikuti kepentingan modal  dan pemerintah yang memprioritaskan pemabgnaun ekonomi daerah-daerah di Indonesia timur.

Kandidat Andhika Anindyaguna kurang mendapat dukungan dikalangan pengusaha walaupun selama ini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal, Badan Pimpinan Pusat (BPP) HPMI.

Beberapa waktu lalu,  Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari sempat mengingatkan agar para kandidat tidak sedang bermasalah dengan hukum agar tidak menjadi hambatan pada HIPMI dimasa yang akan datang.

“Setiap pengusaha pasti akan berhadapan dengan hukum dan pernah berurusan dengan hukum. Jangan terlalu dipersoalkan, karena semua pengusaha harus mematuhi hukum, jadi pasti selalu berurusan dengan hukum. Yang penting tidak pernah ditahan atau dipenjara,” demikian Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari kepada Bergelora.com di Jakarta Senin (22/12).

Sebelumnya ia menjelaskan beberapa kriteria calon ketua umum HIPMI yang akan dipilih pada Januari 2015 nanti. Diantaranya adalah telah aktif berorganisasi didalam kompartement DPP HIPMI dan telah mendapatkan  pendidikan di Lemhanas.

Para kandidat juga disyaratkan sudah pernah keliling Indonesia minimal sebanyak satu kali. Calon Ketua Umum HIPMI menurutnya juga disyaratkan mendapatkan rekomendasi dari 5 propinsi untuk menjadi calon ketua dan mampu mengkomunikasikan tentang wira usaha dan agama. Selain itu menurut, calon ketua umum harus memiliki background usaha yang jelas dan dapat menjadi mitra pemerintah. Raja Sapta Oktohari menegaskan agar HIPMI bisa memberikan masukan-masukan positif pada pemerintah sebagai representasi dari 35 ribu pengusaha muda seluruh Indonesia.

HIPMI dibawah kepemimpinan yang berpengalaman akan menjadi tumpuan harapan bagi pertumbuhan ekonomi rakyat khususnya di Indonesia Timur. Sudah waktunya Indonesia Timur menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi nasional, bukan hanya ladang eksploitasi asing.

* Penulis adalah Pengamat Ekonomi Politik dan mantan aktifis di Manado, Sulawesi Utara

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru