Senin, 24 Juni 2024

KOQ DIKASIH KE PENTAGON LAGI NIH..? Menkes Temui Elon Musk Bangun Akses Internet Di Puskesmas Terpencil

“Ini merupakan upaya kami untuk memastikan layanan kesehatan yang setara dan merata di Tanah Air”

JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Elon Musk untuk menjajaki kemungkinan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Starlink –jaringan satelit milik Elon Musk– dalam menyediakan akses internet di puskesmas yang terletak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Ini merupakan upaya kami untuk memastikan layanan kesehatan yang setara dan merata di Tanah Air,” kata Menkes Budi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (7/8).

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Menkes mengatakan puskesmas harus dipastikan infrastrukturnya memadai, karena merupakan garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Data Kemenkes melaporkan saat ini dari 10 ribu lebih puskesmas yang ada, masih terdapat sekitar 2.200 Puskesmas dengan 11.100 Puskesmas Pembantu yang belum memiliki akses internet.

“Dengan adanya akses internet, konsultasi layanan kesehatan dapat dilakukan secara daring,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan lewat pelatihan jarak jauh juga dapat dilakukan jika terdapat akses internet yang baik.

Peningkatan konektivitas internet, sambungnya, dapat membuka akses yang lebih baik ke layanan kesehatan. Selain itu, akses komunikasi antar daerah menjadi lebih mudah, sehingga pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan dapat berlangsung setiap saat.

“Aktivitas ini juga mendukung agenda digitalisasi transformasi kesehatan Indonesia,” tuturnya.

Starlink adalah nama jaringan satelit yang dikembangkan oleh perusahaan Spaceflight Swasta SpaceX untuk menyediakan internet murah ke lokasi terpencil.

Starlink adalah satelit pertama dan terbesar di dunia dengan konstelasi menggunakan orbit bumi yang rendah untuk menghadirkan internet broadband yang mampu mendukung aktivitas daring.

Saat ini, fasilitas layanan kesehatan di Filipina, Rwanda, Mozambik, dan Nigeria telah menggunakan Starlink.

Punya Pentagon

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan kerjasama erat antara Elon Musk dan Pentagon.

Pentagon telah membeli kemampuan satelit Starlink milik SpaceX untuk membantu komunikasi militer Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Pentagon sebelumnya telah mengungkapkan bahwa terminal dan layanan satelit komunikasi telah dimasukkan dalam paket bantuan keamanan AS untuk Ukraina. Namun, selama ini tak disebut perusahaan yang menyediakannya.

Seorang pejabat pertahanan mengungkapkan bahwa departemen tersebut mengontrak Starlink, perusahaan yang dimiliki miliarder Elon Musk.

Sejak Orde Baru berdiri Amerika Serikat sangat berkepentingan mengakses sistim kesehatan Indonesia, terbukti dengan keberadaan Namru-2, laboratorium angkatan laut Amerika Serikat. Sejak 1967 Namru-2 telah terlibat dalam pengumpulan dan penelitian berbagai virus di Indonesia. Lembaga ini terakhir ditutup oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah pada tahun 2009, karena ketahuan dalam pengumpulan sampel virus Flu Burung pada manusia Indonesia yang dikirimkan ke Los Alamos, laboratorium militer Amerika Serikat yang memproduksi berbagai senjata biologi

“Saya tidak akan rela kalau di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tidak jelas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” demikian Siti Fadilah. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru