Selasa, 12 Mei 2026

KOQ GAK SAMPAI RI NIH..? 4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat Terintegrasi

JAKARTA — Kawasan Asia Tenggara bersiap menghadapi transformasi besar dalam konektivitas regional. Malaysia secara resmi menggandeng Thailand, Singapura, dan Vietnam untuk memperkenalkan jaringan kereta cepat (HSR) terintegrasi pada tahun 2026.

Inisiatif yang ambisius ini diproyeksikan tidak hanya memangkas waktu tempuh antarnegara, tetapi juga memperkuat kolaborasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Sayangnya, Indonesia tidak terlibat dalam proyek jaringan kereta cepat ini.

Setelah sempat dihentikan pada tahun 2021, proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura (KL-SG HSR) kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan model Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP).

Perjalanan antara Kuala Lumpur (Bandar Malaysia) ke Singapura (Jurong East) akan dipersingkat menjadi hanya 90 menit.

Jalur sepanjang 350 km ini akan mengoperasikan kereta dengan kecepatan maksimal 300 km/jam menggunakan sistem persinyalan European Train Control System (ETCS).

Kawasan pengembangan seperti Seremban dan Iskandar Puteri diprediksi akan mengalami kenaikan nilai properti sebesar 20-40 persen dalam lima tahun operasional.

Sementara proyek HSR sedang dipersiapkan, Singapura dan Malaysia menunjukkan kemajuan pesat pada proyek Rapid Transit System (RTS) Link yang direncanakan rampung akhir 2026.

Seperti dilansir Travel and Tour World , jalur sepanjang 4 km ini mampu mengangkut 10.000 penumpang per jam antara Johor Bahru (Bukit Chagar) dan Singapura (Woodlands North).

Penumpang akan menikmati fasilitas CIQ (Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina) yang terintegrasi di satu lokasi, memungkinkan proses imigrasi diselesaikan sebelum keberangkatan.

Thailand dan Vietnam juga tidak ketinggalan dalam memperkuat tulang punggung logistik kawasan Asia Tenggara.

Berinvestasi pada HSR Thailand-China yang akan menghubungkan wilayah Nakhon Ratchasima ke Nong Khai (perbatasan Laos) pada tahun 2031. Selain itu, restorasi jalur kereta Sungai Kolok-Rantau Panjang akan menyambung dengan East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia pada tahun 2027.

Dimulainya megaproyek Kereta Cepat Utara-Selatan sepanjang 1.500 km yang akan menghubungkan Hanoi ke Kota Ho Chi Minh. Proyek yang akan dilakukan groundbreaking akhir tahun 2026 ini akan memangkas waktu tempuh dari 32 jam menjadi hanya 5 jam.

Kehadiran jaringan kereta cepat ini menandai komitmen Asia Tenggara terhadap transportasi berkelanjutan dan integrasi ekonomi. Dengan teknologi perbatasan pintar dan infrastruktur modern, kawasan ini bersiap menjadi pemimpin global dalam mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan perdagangan intra-regional secara signifikan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon dari transportasi udara dan darat konvensional. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles