JAKARTA- Mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam upaya perdamaian dunia dan memerangi intoleransi yang saat ini sedang meningkat di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Hal ini disampaikan dalam pidato kuncinya pada Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/7).
“Indonesia harus bisa menjadi contoh harmoni dan toleransi bagi masyarakat dunia. Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Obama menyampaikan kekuatirannya atas kasus-kasus intoleransi yang terjadi dibelahan dunia dan Indonesia sendiri.
“Padahal di Indonesia sudah lama toleransi dan harmoni hidup dan tumbuh. Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal bisa berdampingan di Jakarta,” katanya.
Ia memberikan kesaksian masa kecilnya yang penuh dengan kebhinnekaan di Indonesia sehingga keluarganyapun terdiri dari berbagai macam agama.
“Ayah saya beragama Islam. Ibu saya Kristen. Saya beragama Kristen, tapi saudara-saudara saya ada yang Hindu dan Budha. Tapi kami sekeluarga dan hidup dalam harmoni,” katanya.
Diterima Jokowi
Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Hussein Obama II di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Dengan mengenakan kemeja biru muda, Obama langsung disambut oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di teras Istana. Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan Obama lalu berjalan ke dalam Istana untuk mengisi buku tamu.
Selanjutnya, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang sejenak dengan Obama di beranda Istana Bogor yang menghadap ke arah Kebun Raya Bogor.
Setelah sekitar dua menit berbincang di beranda, pertemuan itu berlanjut ke Grand Garden yang terletak di area Kebun Raya Bogor. Presiden Jokowi mengemudikan mobil golf yang dinaiki bersama Obama untuk menuju ke Grand Garden.
Sesampainya di Grand Garden, Presiden Jokowi dan Obama berjalan sembari berbincang. (Enrico N. Abdielli)
Barrack Obama: Toleransi Di Indonesia Harus Bisa Jadi Contoh Dunia
JAKARTA- Mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam upaya perdamaian dunia dan memerangi intoleransi yang saat ini sedang meningkat di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Hal ini disampaikan dalam pidato kuncinya pada Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/7).
“Indonesia harus bisa menjadi contoh harmoni dan toleransi bagi masyarakat dunia. Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Obama menyampaikan kekuatirannya atas kasus-kasus intoleransi yang terjadi dibelahan dunia dan Indonesia sendiri.
“Padahal di Indonesia sudah lama toleransi dan harmoni hidup dan tumbuh. Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal bisa berdampingan di Jakarta,” katanya.
Ia memberikan kesaksian masa kecilnya yang penuh dengan kebhinnekaan di Indonesia sehingga keluarganyapun terdiri dari berbagai macam agama.
“Ayah saya beragama Islam. Ibu saya Kristen. Saya beragama Kristen, tapi saudara-saudara saya ada yang Hindu dan Budha. Tapi kami sekeluarga dan hidup dalam harmoni,” katanya.
Diterima Jokowi
Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Hussein Obama II di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Dengan mengenakan kemeja biru muda, Obama langsung disambut oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di teras Istana. Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan Obama lalu berjalan ke dalam Istana untuk mengisi buku tamu.
Selanjutnya, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang sejenak dengan Obama di beranda Istana Bogor yang menghadap ke arah Kebun Raya Bogor.
Setelah sekitar dua menit berbincang di beranda, pertemuan itu berlanjut ke Grand Garden yang terletak di area Kebun Raya Bogor. Presiden Jokowi mengemudikan mobil golf yang dinaiki bersama Obama untuk menuju ke Grand Garden.
Sesampainya di Grand Garden, Presiden Jokowi dan Obama berjalan sembari berbincang. (Enrico N. Abdielli)

