JAKARTA- Stephen Hawking telah mendesak negara-negara untuk mengirim astronot ke Bulan pada tahun 2020 dan Mars pada tahun 2025 untuk ‘meningkatkan kemanusiaan’, karena fisikawan Inggris yakin bahwa manusia harus meninggalkan Bumi untuk bertahan selama sejuta tahun lagi. Hal ini dilaporkan Economictimes.com dan dimuat Bergelora.com di Jakarta, Kamis (29/6).
Hawking mengatakan bahwa tujuannya akan menghidupkan kembali program luar angkasa, untuk mendorong aliansi baru dan memberi manusia tujuan hidup.
Dia juga menyarankan agar badan antariksa harus menetapkan bulan sebagai pangkalan dalam 30 tahun ke depan.
“Saya berharap ini akan menyatukan negara-negara kompetitif dalam satu tujuan bersama, untuk menghadapi tantangan bersama bagi kita semua,” kata Hawking di Starmus Festival di Norwegia.
Menurut Hawking, bahwa tidak ada masa depan jangka panjang bagi spesies manusia yang tinggal di Bumi. Ini akan terkena asteroid lagi atau akhirnya ditelan oleh Matahari kita sendiri. Bepergian ke dunia yang jauh akan ‘mengangkat kemanusiaan’, tambahnya.
“Program luar angkasa dan ambisi yang baru akan merangsang orang muda dan merangsang minat di bidang lain, seperti astrofisika dan kosmologi,” kata Hawking seperti dikutip oleh BBC News.
Dia mengatakan bahwa perjalanan antariksa manusia sangat penting bagi masa depan umat manusia karena Bumi berada di bawah ancaman perubahan iklim serta berkurangnya sumber daya alam.
“Saya yakin bahwa manusia perlu meninggalkan Bumi,” kata Hawking, menambahkan bahwa sekarang saatnya untuk mengeksplorasi tata surya lain karena manusia kehabisan ruang dan satu-satunya tempat yang harus dikunjungi adalah dunia lain.
“Umat manusia harus terus berlanjut selama sejuta tahun lagi, masa depan kita terletak pada keberanian untuk pergi ke tempat yang tidak pernah ada orang lain sebelumnya,” katanya.
“Penyebaran mungkin satu-satunya hal yang menyelamatkan kita dari diri kita sendiri,” katanya.
Desa Bulan
Sebelumnya dilaporkan, untuk menjawab berbagai krisis di muka bumi dimasa depan, Republik Rakyat China (RRC) dan Eropa berencana untuk membangun ‘Pedesaan Di Bulan’ yang pertama yang dapat berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk misi lebih jauh di luar angkasa seperti yang sedang dilakukan pada planet Mars, atau bahkan sebagai tempat wisata ruang angkasa dan penambangan lunar. Hal ini dilaporkan Economictimes.com dan dimuat Bergelora.com di Jakarta, Kamis (29/6).
Perwakilan dari badan antariksa China dan Eropa telah membahas kerjasama di Bulan ini dan berbagai kerjasama lainnya yang akan bermanfaat bagi umat manusia kelak.
Rencananya pertama kali diungkapkan oleh Tian Yulong, Sekretaris Jenderal badan antariksa China dan dibenarkan oleh Pal Hvistendahl, juru bicara European Space Agency (ESA)
“Ruang telah berubah sejak perlombaan ruang angkasa tahun enam puluhan. Kami menyadari bahwa untuk mengeksplorasi ruang untuk tujuan damai, kami harus melakukan kerja sama internasional,” kata Hvistendahl seperti yang dikatakan Independent
“Orang Cina memiliki program bulan yang sangat ambisius,” katanya.
Johann-Dietrich Worner, direktur jenderal ESA yang beranggotakan 22 orang, telah menggambarkan usulan “Desa Bulan” sebagai landasan peluncuran internasional yang akan berguna untuk misi masa depan ke Mars dan kesempatan untuk mengembangkan wisata luar angkasa atau bahkan penambangan lunar.
Untuk itu China sedang mempersiapkan astronotnya untuk segera berangkat ke Bulan. Bahkan, pejabat China mengumumkan bahwa persiapan awal pendaratan bulan telah dimulai.
Yang Liwei, Wakil Direktur Jenderal China Manned Space Agency dan astronot pertama China itu mengatakan bahwa tidak akan lama bagi proyek tersebut untuk mendapat persetujuan dan pendanaan resmi. Pengumuman tersebut dibuat oleh Yang di Global Exploration Conference (GLEX 2017)
Wu Yansheng, presiden China Aerospace Science and Technology Corporation CASC), juga mengatakan bahwa China sedang mengerjakan rencana pendaratan astronot di Bulan. Hal ini secara resmi dilaporkan Kantor Berita Xinhua
“Misi tersebut akan terdiri dari pesawat ruang angkasa berawak, kendaraan propulsi dan pendarat lunar. Pesawat ruang angkasa berawak dan pendarat lunar akan dikirim ke orbit circumlunar secara terpisah,” jelas Wu.
Baru-baru ini China juga mengumumkan sebuah eksperimen buat mahasiswa untuk tingga di’Istana Lunar’ – sebuah kabin yang mensimulasikan lingkungan seperti Bulan – selama setahun, untuk menguji sistem pendukung kehidupan yang memungkinkan para astronot masa depan menghabiskan waktu lebih lama di luar angkasa. (Web Warouw)
Kereen..! Demi Kedaulatan, China Luncurkan Kapal Perang Terbesar di Asia
JAKARTA– Ditengah keterpurukan ekonomi Amerika Serikat, Republik Rakyat China terus membangun pertahanan militer di Asia bersamaan dengan pertumbuhan ekonominya. Sebanyak satu milyar lebih rakyat China daratan dengan bangga pada hari Rabu (28/6) meluncurkan jenis kapal perang buatan dalam negeri yang baru.
Menurut media pemerintah, hal itu dalam upaya terakhir untuk memodernisasi militernya. Peluncuran tersebut dilakukan setelah China menunjukkan kapal induk pertama yang diproduksi sendiri pada April 2017. South China Morning Post menyebut kapal itu merupakan yang terbesar dan termaju di Asia.
Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Cina Selatan, Beijing mengambil sikap yang semakin tegas di perairan yang diklaimnya. Kapal perang ini “dilengkapi dengan senjata pertahanan udara, anti-rudal, anti kapal dan anti-kapal selam baru,” kata kantor berita resmi China Xinhua.
Menurut Global Times, media yang dikelola negara, jenis kapal ini dianggap sebagai kapal perusak tipe pertama 055 dan penerus perusak tipe 052D yang lebih kecil.
Seperti dilansir BBC, Beijing telah menegaskan kembali “kedaulatan yang tak terbantahkan” di beberapa bagian Laut China Selatan setelah pemerintah Trump bersumpah untuk mencegah China mengambil wilayah di wilayah tersebut. AS telah berulang kali mengirim kapal-kapal militer dan pesawat-pesawat di dekat pulau-pulau yang disengketakan. Kedua belah pihak saling menuduh “militerisasi” Laut China Selatan.
China, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia dan Brunei semuanya memiliki persaingan klaim atas wilayah itu. China telah mendukung klaimnya sendiri dengan membangun pulau dan memperluas patroli angkatan laut. Seiring berkembangnya ekonomi, China telah memodernisasi angkatan bersenjatanya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, pada Maret tahun ini, China mengumumkan akan meningkatkan anggaran militernya sekitar 7% untuk tahun ini – tahun kedua berturut-turut meningkat kurang lebih 10%. Dalam kurun 20 tahun ini, anggaran militer meningkat lebih besar. Presiden AS Donald Trump juga mengusulkan kenaikan anggaran militer sebesar 10%. (TH/Web Warouw)

