JAKARTA- Untuk menjawab berbagai krisis di muka bumi dimasa depan, Republik Rakyat China (RRC) dan Eropa berencana untuk membangun ‘Pedesaan Di Bulan’ yang pertama yang dapat berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk misi lebih jauh di luar angkasa seperti yang sedang dilakukan pada planet Mars, atau bahkan sebagai tempat wisata ruang angkasa dan penambangan lunar. Hal ini dilaporkan Economictimes.com dan dimuat Bergelora.com di Jakarta, Kamis (29/6).
Perwakilan dari badan antariksa China dan Eropa telah membahas kerjasama di Bulan ini dan berbagai kerjasama lainnya yang akan bermanfaat bagi umat manusia kelak.
Rencananya pertama kali diungkapkan oleh Tian Yulong, Sekretaris Jenderal badan antariksa China dan dibenarkan oleh Pal Hvistendahl, juru bicara European Space Agency (ESA)
“Ruang telah berubah sejak perlombaan ruang angkasa tahun enam puluhan. Kami menyadari bahwa untuk mengeksplorasi ruang untuk tujuan damai, kami harus melakukan kerja sama internasional,” kata Hvistendahl seperti yang dikatakan Independent
“Orang Cina memiliki program bulan yang sangat ambisius,” katanya.
Johann-Dietrich Worner, direktur jenderal ESA yang beranggotakan 22 orang, telah menggambarkan usulan “Desa Bulan” sebagai landasan peluncuran internasional yang akan berguna untuk misi masa depan ke Mars dan kesempatan untuk mengembangkan wisata luar angkasa atau bahkan penambangan lunar.
Untuk itu China sedang mempersiapkan astronotnya untuk segera berangkat ke Bulan. Bahkan, pejabat China mengumumkan bahwa persiapan awal pendaratan bulan telah dimulai.
Yang Liwei, Wakil Direktur Jenderal China Manned Space Agency dan astronot pertama China itu mengatakan bahwa tidak akan lama bagi proyek tersebut untuk mendapat persetujuan dan pendanaan resmi. Pengumuman tersebut dibuat oleh Yang di Global Exploration Conference (GLEX 2017)
Wu Yansheng, presiden China Aerospace Science and Technology Corporation CASC), juga mengatakan bahwa China sedang mengerjakan rencana pendaratan astronot di Bulan. Hal ini secara resmi dilaporkan Kantor Berita Xinhua
“Misi tersebut akan terdiri dari pesawat ruang angkasa berawak, kendaraan propulsi dan pendarat lunar. Pesawat ruang angkasa berawak dan pendarat lunar akan dikirim ke orbit circumlunar secara terpisah,” jelas Wu.
Baru-baru ini China juga mengumumkan sebuah eksperimen buat mahasiswa untuk tingga di ‘Istana Lunar’ – sebuah kabin yang mensimulasikan lingkungan seperti Bulan – selama setahun, untuk menguji sistem pendukung kehidupan yang memungkinkan para astronot masa depan menghabiskan waktu lebih lama di luar angkasa. (Web Warouw)

