Sabtu, 18 April 2026

Mantap..! Tingkatkan Kerja Sama G20, Presiden Jokowi: Bangun Afrika Tanpa Merusak

Presiden Jokowi saat menghadiri Leaders’ Retreat KTT G20, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. (Ist)

HAMBURG- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, membangun bersama Afrika harus dilakukan tanpa merusak Afrika. Ia meyakini hanya dengan prinsip inilah pertumbuhan ekonomi Afrika dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Indonesia mendukung G20-Africa Partnership dan pencapaian Agenda 2063 di Afrika melalui Compact with Africa,” kata Presiden Jokowi dalam Leaders’ Retreat KTT G20, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat.

Ditegaskan Presiden, Indonesia telah bersama dengan Afrika sejak awal memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan di antara negara dunia melalui Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Indonesia juga telah melakukan sejumlah kerja sama dengan negara-negara Afrika mengembangkan pembangunan dan perdamaian.

“Bersama Afrika Selatan, Indonesia menggagas New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) tahun 2005 untuk memajukan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Kerja sama ini kemudian diperkuat pada tahun 2015,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa secara khusus telah meletakkan politik luar negeri Indonesia untuk difokuskan kepada Afrika.

“Kita ingin mewujudkan kedekatan politik yang dibangun sejak 1955 menjadi kedekatan ekonomi yang nyata dengan menggalakkan investasi, mengurangi  dan meniadakan hambatan pedagangan dan peningkatan kerja sama teknik,” ujar Presiden

Karena itu, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia mendukung pengembangan kemitraan yang sejajar antara negara G20 dengan Afrika.

Digitalisasi
Di sesi ini Presiden Jokowi juga menyinggung isu digitalisasi. Presiden meyakini teknologi digital akan semakin mengubah dan mendominasi kegiatan ekonomi.

“Indonesia mendukung kerja sama yang semakin erat untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam mengantisipasi perubahan ekonomi, bisnis, dan tenaga kerja akibat perubahan teknologi otomatisasi dan artificial intelligent,” tegas Presiden seraya menambahkan, dirinya juga mendorong kerja sama perpajakan untuk menangani digital ekonomi dan e-commerce agar tercipta sistem pajak global yang adil.

Indonesia, lanjut Presiden, mendukung dikembangkannya fasilitas keuangan dan asuransi untuk negara-negara berkembang dalam menghadapi bahaya pandemik.

“Indonesia mendorong kerja sama yang semakin erat antara WHO dan World Bank untuk menghindari ancaman pandemik yang dapat menghancurkan ekonomi dan menciptakan krisis kemanusiaan,” ujar Presiden.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, turut mendampingi Presiden Jokowi dalam sesi tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo.

Bertemu PM Australia

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull di Hotel Steigenberger, Jumat (7/7). (Ist)

Ada hal menarik usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull yang berlangsung di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jumat (7/7), kedua pemimpin membuat vlog (video blog) yang hasilnya diunggah di akun Twitter resmi @TurnbullMalcolm.

Pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan PM Malcolm Turnbull yang berlangsung hangat tersebut semakin memperkuat komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama.

Video berdurasi 45 detik itu diunggah dengan disertai cuitan PM Turnbull yang menyatakan suka citanya untuk dapat bertemu kembali dengan Presiden Jokowi.

“Senang bertemu kembali dengan @jokowi. Hubungan Australia dan Indonesia semakin kuat sepanjang waktu,” bunyi cuitan PM Turnbull.

Dalam video tersebut, sambil berjabat tangan, kedua pemimpin negara menyatakan sepakat untuk menyelesaikan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di akhir tahun 2017 ini.

“Di akhir tahun ini kita akan selesaikan proses Indonesia Australia-CEPA. Kita juga akan terus memperkuat kerja sama dan hubungan antara Indonesia dan Australia,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Semakin kuat sepanjang waktu,” sahut PM Turnbull yang sekaligus mengakhiri video tersebut.

Bertemu PM Spanyol

Pertemuan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy Brey di Hamburg, Jerman (7/7). (Ist)

Di sela-sela menghadiri Leader’s Retreat KTT G20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy Brey, di Hamburg Messe, lokasi penyelenggaraan KTT G-20, Jerman, Jumat (7/7) siang waktu setempat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu, terutama fokus pada masalah kerja sama dalam konteks industri strategis.

“Ini karena Indonesia dan Spanyol sudah memiliki kerja sama untuk industri strategis sejak dari tahun 1976, dan kemudian meningkat pada hal-hal yang mendapatkan keuntungan bagi Indonesia antara lain bahwa Bandung saat ini sudah ditetapkan menjadi pusat assembling untuk produk airbus defence and space untuk kawasan atau pasar Asia Pasifik,” kata Retno kepada wartawan di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) sore.

Selain itu, lanjut Menlu untuk perdagangan dan investasi, Presiden mengharapkan kiranya Indonesia dan Uni Eropa dapat segera menyelesaikan negosiasi yang terkait dengan comprehensive economic partnership agreement dan meminta dukungan Spanyol agar negosiasi dapat dipercepat.

Menurut Menlu, Presiden Jokowi juga kembali menyampaikan concern terhadap kampanye negatif yang terus dilakukan oleh Eropa terhadap produk sawit Indonesia, dan meminta bantuan Spanyol untuk memberikan treatment yang fair kepada produk kelapa sawit Indonesia.

“Terakhir, PM Spanyol menyampaikan dukungan Spanyol terhadap pencalonan Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB untuk 2019-2020,” pungkas Retno. (Telly Nathalia)

 

Tingkatkan Kerja Sama G20, Presiden Jokowi: Bangun Afrika Tanpa Merusak

Presiden Jokowi saat menghadiri Leaders’ Retreat KTT G20, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. (Ist)

Presiden Jokowi dan PM Turnbull saat membuat vlog di Hotel Steigenberger, Jumat (7/7). (Ist)

Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Spanyol di Hamburg, Jerman (7/7). (Ist)

HAMBURG- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, membangun bersama Afrika harus dilakukan tanpa merusak Afrika. Ia meyakini hanya dengan prinsip inilah pertumbuhan ekonomi Afrika dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Indonesia mendukung G20-Africa Partnership dan pencapaian Agenda 2063 di Afrika melalui Compact with Africa,” kata Presiden Jokowi dalam Leaders’ Retreat KTT G20, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat.

Ditegaskan Presiden, Indonesia telah bersama dengan Afrika sejak awal memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan di antara negara dunia melalui Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Indonesia juga telah melakukan sejumlah kerja sama dengan negara-negara Afrika mengembangkan pembangunan dan perdamaian.

“Bersama Afrika Selatan, Indonesia menggagas New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) tahun 2005 untuk memajukan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Kerja sama ini kemudian diperkuat pada tahun 2015,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa secara khusus telah meletakkan politik luar negeri Indonesia untuk difokuskan kepada Afrika.

“Kita ingin mewujudkan kedekatan politik yang dibangun sejak 1955 menjadi kedekatan ekonomi yang nyata dengan menggalakkan investasi, mengurangi  dan meniadakan hambatan pedagangan dan peningkatan kerja sama teknik,” ujar Presiden

Karena itu, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia mendukung pengembangan kemitraan yang sejajar antara negara G20 dengan Afrika.

Digitalisasi
Di sesi ini Presiden Jokowi juga menyinggung isu digitalisasi. Presiden meyakini teknologi digital akan semakin mengubah dan mendominasi kegiatan ekonomi.

“Indonesia mendukung kerja sama yang semakin erat untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam mengantisipasi perubahan ekonomi, bisnis, dan tenaga kerja akibat perubahan teknologi otomatisasi dan artificial intelligent,” tegas Presiden seraya menambahkan, dirinya juga mendorong kerja sama perpajakan untuk menangani digital ekonomi dan e-commerce agar tercipta sistem pajak global yang adil.

Indonesia, lanjut Presiden, mendukung dikembangkannya fasilitas keuangan dan asuransi untuk negara-negara berkembang dalam menghadapi bahaya pandemik.

“Indonesia mendorong kerja sama yang semakin erat antara WHO dan World Bank untuk menghindari ancaman pandemik yang dapat menghancurkan ekonomi dan menciptakan krisis kemanusiaan,” ujar Presiden.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, turut mendampingi Presiden Jokowi dalam sesi tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo.

Bertemu PM Australia

Ada hal menarik usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull yang berlangsung di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jumat (7/7), kedua pemimpin membuat vlog (video blog) yang hasilnya diunggah di akun Twitter resmi @TurnbullMalcolm.

Pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan PM Malcolm Turnbull yang berlangsung hangat tersebut semakin memperkuat komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama.

Video berdurasi 45 detik itu diunggah dengan disertai cuitan PM Turnbull yang menyatakan suka citanya untuk dapat bertemu kembali dengan Presiden Jokowi.

“Senang bertemu kembali dengan @jokowi. Hubungan Australia dan Indonesia semakin kuat sepanjang waktu,” bunyi cuitan PM Turnbull.

Dalam video tersebut, sambil berjabat tangan, kedua pemimpin negara menyatakan sepakat untuk menyelesaikan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di akhir tahun 2017 ini.

“Di akhir tahun ini kita akan selesaikan proses Indonesia Australia-CEPA. Kita juga akan terus memperkuat kerja sama dan hubungan antara Indonesia dan Australia,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Semakin kuat sepanjang waktu,” sahut PM Turnbull yang sekaligus mengakhiri video tersebut.

Bertemu PM Spanyol

Di sela-sela menghadiri Leader’s Retreat KTT G20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy Brey, di Hamburg Messe, lokasi penyelenggaraan KTT G-20, Jerman, Jumat (7/7) siang waktu setempat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu, terutama fokus pada masalah kerja sama dalam konteks industri strategis.

“Ini karena Indonesia dan Spanyol sudah memiliki kerja sama untuk industri strategis sejak dari tahun 1976, dan kemudian meningkat pada hal-hal yang mendapatkan keuntungan bagi Indonesia antara lain bahwa Bandung saat ini sudah ditetapkan menjadi pusat assembling untuk produk airbus defence and space untuk kawasan atau pasar Asia Pasifik,” kata Retno kepada wartawan di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) sore.

Selain itu, lanjut Menlu untuk perdagangan dan investasi, Presiden mengharapkan kiranya Indonesia dan Uni Eropa dapat segera menyelesaikan negosiasi yang terkait dengan comprehensive economic partnership agreement dan meminta dukungan Spanyol agar negosiasi dapat dipercepat.

Menurut Menlu, Presiden Jokowi juga kembali menyampaikan concern terhadap kampanye negatif yang terus dilakukan oleh Eropa terhadap produk sawit Indonesia, dan meminta bantuan Spanyol untuk memberikan treatment yang fair kepada produk kelapa sawit Indonesia.

“Terakhir, PM Spanyol menyampaikan dukungan Spanyol terhadap pencalonan Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB untuk 2019-2020,” pungkas Retno. (Lia Nathalia)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles