Minggu, 21 Juli 2024

MEMANG BIANGKEROK…! Media AS Bongkar Jaringan Rahasia Mata-Mata Amerika dan NATO Terlibat Perang Ukraina

JAKARTA – Sebuah jaringan rahasia mata-mata dan komando dari AS dan negara-negara sekutunya dilaporkan terlibat dalam perang di Ukraina. Mereka berusaha membantu Kiev, termasuk dengan memberikan intelijen.

Sementara itu, puluhan komando dari sejumlah negara NATO juga bekerja di wilayah Ukraina, demikian The New York Times (NYT) melaporkan pada akhir pekan ini, dengan mengutip para pejabat AS dan Eropa.

Menurut surat kabar itu, pasukan Ukraina begitu bergantung pada bantuan dari Amerika Serikat dan para sekutunya, termasuk jaringan komando dan mata-mata tersembunyi yang menyediakan persenjataan, intelijen, serta berbagai pelatihan. Media AS itu juga mengatakan, sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan di luar Ukraina, misalnya di pangkalan-pangkalan di Jerman, Prancis, dan Inggris.

NYT mengungkapkan, puluhan pasukan komando dari negara-negara NATO seperti Inggris, Prancis, Kanada, dan Lithuania juga bekerja di Ukraina.

Tak hanya itu, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) secara diam-diam juga menggelar beberapa operasi di Ukraina, berbagi intelijen dari Washington DC. Padahal, pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya mengklaim bahwa mereka tidak akan mengerahkan pasukan AS ke Ukraina.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya juga menyatakan, selama berlangsungnya operasi tersebut hanya infrastruktur militer Ukraina yang akan menjadi sasaran.

Sejak awal konflik Ukraina, pihak Barat dan sekutunya telah memasok banyak persenjataan dan peralatan militer ke Kiev. Tak terkecuali Amerika Serikat dan Inggris, yang masing-masing telah menghabiskan sekitar 6,3 miliar dolar AS dan 2,5 miliar dolar AS untuk bantuan militer ke negara bekas Soviet itu.

Ditangkap Pasukan Rusia

Sementara itu kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Pasukan Ukraina yang menyerah dan ditahan tentara Rusia mengungkapkan kondisi mengejutkan, kekurangan makanan dan minuman, setelah mengalami pengepungan.

Pasukan yang ditawan di Gorskoye, wilayah Republik Lugansk mengatakan, sebelum menyerahkan diri, mereka ternyata dibiarkan tanpa komunikasi, makanan dan air minum.

“Mereka (komando militer Ukraina) meninggalkan kami tanpa komunikasi. Kami tidak dapat menghubungi batalion atau brigade. Radio padam. Kami tidak tahu di mana harus mengambil posisi dan apa tugas kami,” ujar seorang tahanan perang (POW) Ukraina dalam video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip dari TASS 25 Juni.

“Kami berada benar-benar terputus, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada komunikasi,” sambung tentara tersebut.

POW Ukraina lainnya mengatakan tidak ada jalan keluar lain selain meletakkan senjata mereka dan menyerah kepada Rusia.

“Kami berada dalam pengawasan penuh, tanpa melihat musuh. Jika kami tidak meletakkan senjata, kami sebenarnya akan tewas tanpa perlawanan. Keputusan dibuat untuk menyerah guna menjaga personel tetap hidup,” tutur tawanan tersebut.

Dia menambahkan, prajurit Ukraina segera diberi makan dan air minum setelah mereka menyerah.

POW Ukraina lainnya mengatakan, mereka telah dilemparkan ke dalam pertempuran tanpa pelatihan yang layak. Mereka diberi kesempatan untuk menembakkan 11 peluru dari senapan serbu sebanyak dua kali.

“Kami tidak memiliki pelatihan lagi,” salah satu dari mereka menekankan.

Diberitakan sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov mengatakan Hari Jumat, pasukan Rusia mengepung beberapa unit militer Ukraina, pasukan ‘Nazi’ sayap kanan (Batalion Azov) dan sekelompok tentara bayaran asing di sekitar wilayah Gorskoye dan Zolotoye di Republik Rakyat Lugansk.

Kelompok tempur Ukraina yang dikepung berjumlah sekitar 2.000 tentara berawak kurang dari 40 persen, pasokannya telah benar-benar dibekukan. Dalam 24 jam terakhir, 41 prajurit Ukraina meletakkan senjata dan menyerah, kata jenderal itu. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru