JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) tidak akan menghukum apalagi memecat Budiman Sujatmiko seperti yang disampaikan oleh Panda Nababan kader senior PDIP beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD), Binbin Firman Trisnadi di tengah peringatan 27 tahun Partai Rakyat Demokratik (PRD) di DPP Partai Prima, di Jakarta, Sabtu (22/7).
“Apa alasannya Budiman dipecat? Apa dasarnya? Gak bakalan. Puan dan Hasto nyantai-nyantai aja tuh,” ujarnya.
Menurut Binbin bahkan kemungkinan besar diperintah oleh Puan Maharani untuk membuka komunikasi dengan Prabowo.
“Langkah Budiman pasti sepengetahuan Megawati, bahkan kemungkinan besar diperintah mbak Puan,”.ujar Binbin.
Bukan Manuver Politik
Secara terpisah sebelumnya
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bukan sebagai manuver politik seperti yang disebut Panda Nababan. PDIP melihat pertemuan Budiman dan Prabowo sebagai sebuah silaturahmi.
“Itu bukan manuver politik, itu silaturahmi, dan saya tadi juga berkomunikasi dengan Bung Budiman Sudjatmiko karena selama ini kami cukup intens,” kata Hasto kepada wartawan di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7/2023).
Hasto mengatakan Budiman akan menyampaikan kepada DPP PDIP terkait pokok pembicaraan dengan Prabowo. Dia mengungkapkan bahwa Budiman merupakan sosok yang kritis sehingga pasti ada tujuan dalam setiap komunikasi yang dibangun.
“Jadi kemudian Bung Budiman akan menginformasikan kepada saya pokok-pokok pembicaraan. Sebagaimana kita ketahui, Budiman ini sosok yang kritis sosok yang memang memiliki rekam jejak sejarah yg panjang sehingga apa yg dia lakukan komunikasi-komunikasi termasuk dengan Prabowo itu kan dalam kerangka untuk mencoba memahami aspek-aspek yang diperjuangkan oleh Pak Prabowo,” jelasnya.
Hasto juga mengatakan bahwa pertemuan itu bukan perpindahan partai dari Budiman. Sebab, PDIP memiliki pengalaman yang panjang dengan Orde Baru.
“Oh nggak, nggak ada perpindahan. Karena PDI Perjuangan ini kan punya pengalaman yang panjang selama Orde Baru. Apalagi apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan dengan mengedepankan etika politik itu juga dihormati oleh partai lain. Karena kami tidak pernah intervensi, campur tangan, mengganggu kedaulatan partai,” ujarnya.
Budiman mengaku belum mendapat informasi resmi soal jadwal pemanggilannya oleh Dewan Kehormatan PDIP usai melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto. Budiman berencana menyampaikan penjelasannya kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
“Saya baca begitu beritanya (akan dipanggil pada 15 Agustus) walau belum memperoleh pemberitahuan resmi. Walau begitu tentu saya akan ngobrol dengan pengurus-pengurus DPP PDI Perjuangan secara informal. Dan karena Mbak Puan juga sudah mengatakan di media bahwa saya diminta menjelaskan alasan-alasan kunjungan saya ke Pak Prabowo, tentu saya akan menjelaskannya ke Mbak Puan,” kata Budiman kepada wartawan, Jumat (21/7).
Budiman menegaskan belum diinfokan jadwal resmi pemanggilan klarifikasi oleh Dewan Kehormatan PDIP hingga saat ini. Meski begitu, dia meyakini hubungannya dengan DPP PDIP tidak akan bermasalah usai kunjungannya ke kediaman Prabowo.
“Secara resmi belum. Saya yakin itu akan baik-baik saja karena saya juga biasa berdiskusi dengan Pak Komarudin Watubun (Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan) sewaktu saya masih di DPR,” kata dia. (Web Warouw)