Sabtu, 25 April 2026

NAH….! Di Era Digital, BPIP: Agama Seharusnya Jadi Inspirasi Batin, Bukan Aspirasi Politik

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi (BPIP) Pancasila Antonius Benny Susetyo dalam Silaturahmi dan Dialog Kerukunan dan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Rumah Sufi dan Peradaban di Medan, Sumatera Utara, Senin (25/11). (Ist)

MEDAN- Acara Silaturahmi dan Dialog Kerukunan dan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Rumah Sufi dan Peradaban di Medan, Sumatera Utara, Senin (25/11) di hadiri oleh Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi (BPIP) Pancasila Antonius Benny Susetyo.

Dalam acara yang oleh para alim ulama ini, Romo Benny menjelaskan bahwa Pancasila adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada Bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada Bangsa Indonesia yang memperkuat persatuan ditengah kemajemukan suku di Indonesia,” jelas Romo.

Tantangan bangsa yang memecah persatuan khususnya di era digitalisasi ini adalah banyaknya masyarakat yang tidak punya filtrasi (penyaring) dalam menggunakan kecanggihan teknologi.

“Kita sedang mengalami situasi yang sangat bahaya karena kecanggihan teknologi dijadikan wadah ujaran kebencian, provokasi, dan menyudutkan pihak lain. Hal ini disebabkan kurangnya edukasi atau filtrasi di era digitalisasi,” tegasnya

Salah satu obat kekacauan ini adalah menjadikan agama menjadi inspirasi batin.

“Gara-gara media sosial negara bisa hancur. Agama harus menjadi inspirasi batin bukan menjadi aspirasi politik semata. Jika agama menjadi inspirasi batin kita bisa berjumpa dalam  persaudaraan,” ungkap Romo Benny.

Aktualisasi Pancasila juga harus dilakukan bukan hanya diucapkan. Romo Benny menegaskan bahwa dengan mengaktualisasikan Pancasila menjadikan  masyarakat yang beradab dan unggul.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, acara ini juga dihadiri oleh Tuan Guru Batak Dr. Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk. Dalam penjelasannya dia menjelaskan bahwa masyarakat harus menghilangkan rasa curiga kepada kelompok yang bukan golongannya.

“Tidak saling curiga satu sama lain. Kita harus saling mengerti dan menghargai. Keragamanan harus memperkuat persatuan dan kergaaman agar menjadi bangsa yang kuat yang tidak bisa dipecah karena kebhinekaan,” tutupnya. (Cesper)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles