Senin, 24 Juni 2024

NAH TERBONGKAR NIH..! Kader Muda Golkar Ungkap Siapa New Orba Sesungguhnya: Jangan Dibolak-balik

JAKARTA- Tuduhan terbuka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyatakan bahwa pemerintah saat ini berwatak New Orba sebenarnya menunjuk praktek yang sedang dijalankan oleh partainya sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Aliza Gunado, Kader Muda Golkar kepada pers di Jakarta, Jumat (1/12).

Ia mengungkapkan beberapa fakta yang mencirikan praktek Orde Baru adalah kekuasaan yang tersentralisasi.

“Sedangkan kita tahu saat ini tidak ada kekuasaan yang hanya dimiliki oleh satu partai politik namun merupakan gotong royong bersama-sama dari banyak partai. Terbukti di kabinet banyak gabungan partai, lalu presiden 2014 & 2019 diusung dari koalisi beberapa partai bahkan partai pengusung utamanya adalah partai PDIP,” jelasnya.

Jika dikatakan mirip Orde Baru karena indikasi akan mobilisasi ASN, maka hal ini kita bisa lihat kemungkinan diduga siapa yang mampu melakukan ini.

“Yang pasti adalah kementerian yang menaungi ASN. Dan kita tahu MenPANRB adalah  petugas  partai dari  parpol tertentu,” ujarnya.

Jika dikatakan akan ada mobilisasi tenaga-tenaga perlindungan sosial seperti pendamping PKH, hal ini juga kita bisa duga lemungkinan yang berwenang dan mungkin mampu melakukan hal ini adalah kementerian sosial, dan menteri itupun merupakan petugas partai dari parpol tertentu,” ujarnya.

Jika ada kekhawatiran akan ada memobilisasi.dari lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan), menurutnya hal ini juga sama seperti hal di atas.

“Yang kemungkinan mampu melakukan hanyalah kementerian yang menaunginya yaitu Kemenkumham, yang kita tahu kebetulan juga menterinya merupakan petugas partai politik tertentu,” ujarnya.

Selanjutnya terkait perangkat-perangkat desa yang diduga bisa ditakut-takuti nanti kalau tidak memenangi salah satu calon maka tidak akan dibantu pembangunan desarnya.

“Yang bisa melakukan itu adalah kementerian yang menaunginya. Dan kita tahu kebetulan menterinya juga dari partai tertentu,” ujarnya.

Salah satu lagi Orde Baru adalah ketika intelijen digunakan  untuk kepentingan tertentu seperti yang viral di media saat ini yaitu ada pakta integritas  antara Kabinda di salah satu daerah dengan PJ Bupati di daerah tersebut untuk mendukung dan memenangkan salah satu capres tertentu  untuk memenangkan Ganjar Pranowo.

“Jadi masyarakat bisa menyaksikan secara terbuka siapa yang sedang menggunakan cara-cara Orde Baru,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Aliza juga menanggapi pernyataan Capres Anies Baswedan  yang menyatakan perpindahan IKN ke tengah hutan dan bisa terjadi ketimpangan baru untuk beberapa daerah.

“Sebaiknya Anies Baswedan
diskusi atau berbicaralah terlebih dahulu kepada Cawapresnya Muhaimin Iskandar dari PKB.  Karena partai PKB juga ikut menyetujui dan ikut menandatangani saat pembahasan di DPR RI serta pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN). (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru