Sabtu, 25 Mei 2024

NGERI BANGET NIH..! 2.716 Dokter Depresi, Pakar Psikologi: Lalu Apa Saveguard Buat Pasien?

JAKARTA- Masyarakat semakin bimbang dan khawatir dengan pelayanan kesehatan Indonesia menyusul temuan Kementerian Kesehatan sebanyak 2.716 dokter mengalami depresi. Hal ini menjadi sorotan penting ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel

“Lantas, apa safeguard bagi pasien? Kan tak mungkin pula, sebelum pemeriksaan, pasien bertanya, “Dokter sedang depresi?” ujar Reza Indragriri kepada Bergelora.com di Jakarta, Jumat (19/4).

Menurutnya situasi dokter Indonesia seperti ini memprihatinkan dan akan sangat berpengaruh bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

“Ini memprihatinkan. Juga semakin mengundang waswas ketika membayangkan bagaimana depresi itu berpengaruh terhadap kualitas layanan dokter terhadap pasien,” ujarnya.

Reza Indragiri mengingatkan berbagai pengaruh pada dokter yang mengalami depresi saat melayani pasien. Depresi mengganggu executive functioning, kesiapan berpikir, membuat keputusan, dan menuntaskan pekerjaan, sangat dipertaruhkan.

“Ketepatan diagnosis, penentuan jenis obat dan tindakan, akuratkah? Ketaatan pada etik, disiplinkah? Iatrogenic di depan mata?” ujarnya.

Iatrogenik atau iatrogenic atau iatrogenesis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kesalahan diagnosis, komplikasi, kealpaan dan kadang-kadang akibat kekeliruan pribadi sang dokter.

Depresi Dokter Indonesia

Sebelumnya diberitakan, hasil skrining kesehatan jiwa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) menunjukkan bahwa ada 2.716 calon dokter spesialis yang mengalami gejala depresi dan pikiran untuk mengakhiri hidup.

Angka 2.716 atau 22,4 persen ini datang dari calon dokter yang sedang menempuh berbagai pendidikan spesialisasi. Dengan rincian terbanyak ditemukan pada calon dokter spesialis yang sedang menjalani:

-Pendidikan spesialis 1 anak: 381 (14 persen).
-Pendidikan spesialis 1 penyakit dalam: 350 (12.9 persen).
-Anestesiologi: 248 (9,1 persen).
-Neurologi: 164 (6 persen).
-Obgyn: 153 (5,6 persen).

Rincian Tingkat Gejala Depresi PPDS

Sementara, rincian tingkat depresi dari 22,4 persen PPDS yang bergejala yakni:

-Sebanyak 0,6 persen di antaranya mengalami gejala depresi berat.
-Sebanyak 1,5 persen dengan depresi sedang-berat.
-Sebanyak 4 persen depresi sedang.
-Sebanyak 16,3 persen dengan gejala depresi ringan.

Bahkan, sekitar tiga persen di antaranya mengaku merasa lebih baik mengakhiri hidup atau ingin melukai diri sendiri dengan berbagai cara, seperti mengutip unggahan Instagram @pandemictalks, Selasa, 16 April 2024.

Sebelumnya, disampaikan bahwa skrining depresi dilakukan Kementerian Kesehatan pada total 12.121 calon dokter spesialis per 21, 22, dan 24 Maret 2024.

Penapisan dilakukan di 28 rumah sakit vertikal menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire-9 atau PHQ-9.

Rumah Sakit dengan PPDS Gejala Depresi Terbanyak
Laporan Kemenkes RI turut menunjukkan rincian rumah sakit penyelenggara PPDS dengan calon dokter spesialis yang mengalami depresi terbanyak.

Dari 22,4 persen calon dokter spesialis yang mengalami depresi, terbanyak ditemukan di:

-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM): 614 (22,6 persen).
-Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS): 350 (12,9 persen).
-RS Sardjito: 326 (12 persen).
-RS Ngoerah: 284 (10,5 persen).
-RSUP Wahidin Sudirohusodo: 240 (8,8 persen).

(Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru