Kamis, 30 April 2026

OPERASI CIA NIH..! Marcos Tak Gentar Hadapi Aksi Protes dan Isu Destabilisasi

JAKARTA — Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menegaskan dirinya tidak terpengaruh oleh isu destabilisasi maupun seruan dari sejumlah kelompok yang meminta mundur. Istana MalacaƱang menyebut Marcos tetap yakin akan menyelesaikan masa jabatannya selama enam tahun penuh.

Menurut Istana, mayoritas warga yang turun ke jalan pada aksi protes akhir pekan justru merupakan sekutu dalam kampanye besar melawan korupsi.

“Presiden tidak takut aksi protes ini akan berkembang menjadi upaya untuk menjatuhkannya, karena justru dia sendiri yang mendorong menyuarakan aspirasi masyarakat di jalanan. Beliau yang meminta rakyat Filipina untuk menyampaikan kemarahan kepada semua pihak yang terlibat dalam korupsi sistemik di pemerintahan,” kata pejabat pers MalacaƱang, Claire Castro, dalam wawancara dengan dzMM, Minggu (21/9) dikutip dari Inquirer.

Castro menegaskan bahwa kemarahan masyarakat bukan ditujukan kepada Presiden maupun pemerintahannya, melainkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proyek pengendalian banjir bermasalah.

ā€œRakyat tidak marah kepada Presiden atau pemerintahnya, tetapi kepada semua orang yang terlibat dalam proyek pengendalian banjir yang bermasalah,ā€ ujarnya.

Dia juga menyebut para pengunjuk rasa mengakui bahwa aksi mereka bukanlah pemaksaan anti-Marcos.

ā€œItu berarti mereka bukan musuh Presiden. Mereka tahu Presiden adalah sekutu dalam korupsi di pemerintahan,ā€ tambahnya.

Castro memastikan penyelidikan yang dilakukan Komisi Independen Infrastruktur (ICI), lembaga yang dibentuk langsung oleh Marcos, akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bersalah.

“Tidak ada yang akan lolos, siapa pun yang harus bertanggung jawab akan menanggung konsekuensinya. Itu janji Presiden. Dan tentu saja, tiga anggota ICI juga harus mendengarkan hal ini,” katanya.

Castro menyebut Marcos terus menyatukan aksi protes yang berlangsung di berbagai wilayah Filipina. Ia menambahkan, meski dijadwalkan terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB pada 21-27 September, Presiden ingin tetap fokus pada isu-isu dalam negeri.

ā€œPresiden ingin fokus pada isu lokal dan secara langsung mendengar apa yang disuarakan rakyat dalam protes,ā€ ungkap Castro.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, meski begitu, Marcos tetap meminta aksi protes berjalan tertib.

“Presiden mengatakan dia menghormati hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi. Yang dia minta hanyalah jangan melanggar hukum. Jadi mari kita biarkan masyarakat menyampaikan kekecewaannya terhadap proyek pengendalian banjir yang bermasalah,” tutup Castro. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles