Kamis, 29 Juli 2021

PENTING NIH GAEZ..! Apa yang Harus Dilakukan Bila Terlanjur Konsumsi Azithromycin?

JAKARTA –┬áBaru-baru ini, berdasarkan revisi Protokol Tatalaksana COVID-19 oleh 5 organisasi profesi, azithromycin tidak lagi direkomendasikan sebagai obat terapi utama COVID-19 khususnya untuk pasien isoman. Disebutkan, azithromycin hanya diberikan jika ada kecurigaan koinfeksi mikroorganisme atipikal.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pendapat serupa disampaikan oleh Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban. Menurutnya, azithromycin adalah obat antibiotik yang mengatasi bakteri dan jamur, sedangkan COVID-19 disebabkan virus.

“Sehingga, tidak seharusnya pasien COVID-19 diberikan azithromycin kecuali ada infeksi bakteri sekunder. Akan tetapi, pemakaiannya tetap ditentukan oleh dokter,” ujarnya, dikutip dari laman Twitter, Senin (19/7/2021).

Ia menyebut, revisi serupa juga dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Revisi tersebut dikeluarkan lantaran sejumlah penelitian menyebut, tidak ada dampak efektif azithromycin terhadap penyembuhan COVID-19. Bahkan, penggunaan azithromycin secara tidak perlu justru bisa menimbulkan efek samping seperti resistensi.

“Kalau pemakaiannya sembarangan, terlalu banyak, tanpa indikasi yang benar, maka akan timbul resistensi. Yang resisten tentunya bukan kita, tapi bakterinya,” ujar Prof Zubairi.

“Jadi, bakteri yang terlalu sering dapat Azitromisin, malah membuat bakteri itu resisten. Kalau mereka resisten, maka sulit diatasi.Saran saya, jangan pakai Azitromisin, kecuali memang terbukti ada infeksi bakteri, selain COVID-19,” lanjutnya.

Jika pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri sudah terlanjur mengonsumsi azithromycin, Prof Zubairi menganjurkan agar penggunaan segera dihentikan. Meski tujuannya benar yakni mengobati COVID-19, perlu diingat bahwa azithromycin bukanlah obat COVID-19.

Jika pasien memerlukan pengobatan dengan antibiotik, penentuan harus berdasarkan dokter.

“Lalu, pada kondisi apa pasien Covid-19 harus memakai obat antibiotik? Penentuannya ada pada dokter. Kalau memang terbukti ada infeksi bakteri di tubuh pasien, ya memang harus memakai antibiotik,” pungkas Prof Zubairi. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

6FansSuka
8PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru